Sebuah startup asal Virginia, Amerika Serikat bernama Operation Bluebird meluncurkan platform media sosial baru bernama Twitter. now.
Langkah ini diambil setelah mereka meyakini identitas dan kekayaan intelektual Twitter ditinggalkan ketika Elon Musk mengubah nama platform menjadi X pada tahun 2022.
X Corporation sempat menggugat Operation Bluebird tahun lalu ke pengadilan federal di Delaware untuk mencegah peluncuran versi baru tersebut.
Hakim Pengadilan Distrik AS Colm Connolly memberikan putusan sementara bahwa X tampaknya sudah melepaskan klaim atas kata tweet serta logo burung.
Stephen Coates selaku salah satu pendiri Operation Bluebird melihat celah tersebut sebagai kesempatan untuk membangun ruang publik baru yang transparan.
Twitter. now saat ini masih berada dalam tahap awal pengembangan dan baru menampung ratusan pengguna saja.
Masyarakat umum yang berminat menjajal platform ini harus membayar USD 20 untuk mendapatkan akses awal.
Tampilan antarmuka Twitter. now menyerupai Twitter lawas dengan kelengkapan kolom balasan serta fitur retweet.
Platform ini mengandalkan sistem kecerdasan buatan bernama Vera untuk melakukan pengecekan fakta otomatis dan moderasi konten.