"Dulu ramai, cuma tiap tahun itu orang turun terus. Tapi yang paling terasa itu dua tiga tahun ke belakang itu jatuh banget.
Banyak yang nggak bertahan juga akhirnya," ujar Sumardi.
Sumardi tidak keberatan jika pasar digusur untuk keperluan lain. Pasalnya, kepastian mengenai masa depan lahan tersebut belum jelas.
"Kalau misalnya ini mau direnovasi jadi bangunan lain, ya sudah, mau gimana lagi? Memang kondisi pasar seperti ini.
Soalnya ini tanah pasar sudah ada pemilik barunya kan," ujar Sumardi.
Ia menambahkan, pemilik lahan sempat meminta pasar kosong pada Desember 2025, namun kemudian diperpanjang tanpa kejelasan. Para pedagang hanya bisa menunggu sambil melayani pelanggan yang tersisa.
"Namanya juga pedagang, kan kita sudah punya konsumen masing-masing. Kalau pindah kan kita musti cari konsumen baru, iya kalau dapat.
>>> Honda Racing Indonesia Dominasi Putaran Kedua ITCR 1200 di Mandalika
Toh sekarang kan memang sudah terlalu banyak pedagang. Apa-apa sudah online, di dekat sini juga banyak warung sama minimarket," ujar Sumardi.
