⌂ Beranda News Pedagang Pasar Padurenan Baru Bekasi Bertahan di Tengah Kondisi Terbengkalai

Pedagang Pasar Padurenan Baru Bekasi Bertahan di Tengah Kondisi Terbengkalai

Pedagang Pasar Padurenan Baru Bekasi Bertahan di Tengah Kondisi Terbengkalai
Kondisi Pasar Padurenan Baru yang terbengkalai di Bekasi
A A Ukuran Teks16px

Pasar Padurenan Baru di Kota Bekasi dilaporkan berada dalam kondisi memprihatinkan. Kawasan yang berdiri sejak 2005 ini kini sepi pembeli dan sebagian bangunannya rubuh.

Area pasar juga beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah warga sekitar. Hal ini semakin memperburuk suasana dan mengganggu aktivitas pedagang yang tersisa.

>>> Tim UGM Ungkap Penyebab Teror Api di Sleman: Resin PVC

Dani, seorang pedagang kebutuhan rumah tangga, menuturkan bahwa pasar dulu sangat ramai. Area yang kini kosong dan dipenuhi sampah dulunya merupakan tempat penjualan sayur dan daging.

Penurunan jumlah pembeli sudah terjadi bahkan sebelum pandemi COVID-19. Konsumen lebih memilih berbelanja ke Pasar Bantar Gebang yang hanya berjarak 10-15 menit naik motor.

"Kayanya orang pada pilih belanja di Pasar Bantar Gebang. Dari sini naik motor paling 10-15 menit lah.

Mungkin di sana lebih lengkap," ujar Dani.

Siklus penurunan pengunjung memaksa banyak pedagang menutup usahanya. Akibatnya, area pasar semakin kosong dan bangunan mulai rubuh.

Tumpukan sampah menjadi masalah baru yang mengganggu aktivitas harian. Saat ini, pembeli yang datang hampir semuanya adalah pelanggan tetap.

"(Tumpukan sampah) pasti mengganggu. Sekarang pembeli hampir semua langganan sih, kalau pembeli harian gitu jarang banget yang datang," kata Dani.

Pedagang yang masih bertahan merupakan kelompok lama yang sudah berjualan sejak pasar berdiri. Mereka tetap membuka kios karena memiliki pelanggan tetap sebagai satu-satunya harapan pendapatan.

"Ini yang masih bertahan bisa dibilang 'tim inti'-nya sih. Memang rata-rata ini pedagang yang masih di sini orang lama semua," ujar Dani.

>>> Kemenkeu Akui Belum Serahkan Aset Negara ke BPI Danantara

Sumardi, pedagang lainnya, mengungkapkan omzetnya terus merosot sejak mulai berdagang pada 2006. Kondisi pasar semakin memburuk dalam dua hingga tiga tahun terakhir.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM