⌂ Beranda News Harga Pertamax Naik, APBD DIY Tertekan dan Pengemudi Bentor Merugi

Harga Pertamax Naik, APBD DIY Tertekan dan Pengemudi Bentor Merugi

Harga Pertamax Naik, APBD DIY Tertekan dan Pengemudi Bentor Merugi
Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina
A A Ukuran Teks16px

Harga eceran Pertamax melonjak hingga Rp21.000 per liter akibat rantai distribusi ganda menggunakan truk dan kapal feri.

Muhammad Said, seorang pengemudi bentor Pulau Tidung, mengungkapkan bahwa biaya operasional kini menyamai tarif sekali jalan penumpang yang berkisar antara Rp20.000 hingga Rp25.000.

Sebelum kenaikan harga, pengemudi masih bisa memperoleh margin keuntungan bersih. Namun, dengan harga Pertamax Rp21.000 per liter, mereka mengaku mengalami kerugian atau 'nombok'.

Situasi semakin pelik karena varian BBM penunjang seperti Pertalite sudah tidak ditemukan di Pulau Tidung selama lebih dari setengah tahun.

Untuk menyiasati kerugian, sebagian pengemudi membatasi operasional hanya pada akhir pekan atau beralih membuka jasa angkut barang dagangan.

>>> Tiang Listrik Terbakar di Cipayung Depok Akibat Korsleting

Mereka mengharapkan adanya kebijakan stabilisasi harga energi agar sektor transportasi rakyat di wilayah terpencil tidak semakin terbebani.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM