Fase trough atau 'dasar pasar' adalah periode yang paling sulit ditangkap, baru bisa dikonfirmasi ketika IHSG memantul minimal 10 persen dari titik terendah.
Median durasinya hanya 0,3 bulan.
Fase normalization adalah perjalanan dari trough menuju titik tengah antara dasar dan puncak sebelumnya, dengan rata-rata durasi 3,2 bulan.
Investor sering melewatkan fase ini karena rasa takut belum hilang.
Fase recovery adalah babak terakhir, dimulai saat IHSG menutup separuh jarak yang hilang hingga kembali ke puncak sebelumnya.
Rata-rata durasinya 7,5 bulan.
>>> Studi Ungkap Membuka Mata Bantu Dengar Lebih Baik di Tempat Bising
Siklus kedelapan memasuki puncaknya pada 20 Januari 2026 di level 9.134,70, lalu mengalami fase descend selama 4,6 bulan dengan drawdown maksimum 41,72 persen.
IHSG mencapai dasarnya di level 5.324,14 pada 8 Juni 2026, diikuti pantulan +10,9 persen dalam dua hari perdagangan.
Durasi fase trough dua hari ini menyamai rekor GFC 2008 dan COVID-19 2020.
Keunikan siklus delapan adalah Bank Indonesia menaikkan suku bunga 50 basis poin untuk mempertahankan rupiah, bukan menstimulasi pertumbuhan.
Katalis akhir fase descend adalah habisnya tekanan jual setelah net foreign sell mencapai rekor tertinggi.
Signal yang mendahului konfirmasi trough meliputi akumulasi net foreign sell mendekati titik jenuh, stabilisasi rupiah, dan masuknya berita positif dari negosiasi MSCI tentang transparansi kepemilikan saham.
Dengan fase descend selesai dan trough terkonfirmasi, pertanyaan beralih ke apa yang terjadi setelah penurunan berakhir dan bagaimana investor memposisikan diri.
Target teknis 50 persen retracement fase normalization berada di level 7.229,42. Dari posisi 15 Juni 2026 di 6.118,72, diperlukan kenaikan sekitar 18,2 persen.
Durasi normalization diperkirakan antara 3,9 hingga 7,0 bulan, mengikuti pola historis koreksi struktural-domestik.
