Penelitian terbaru membantah anggapan umum bahwa memejamkan mata dapat meningkatkan fokus pendengaran, terutama di lingkungan yang ramai.
Hasil studi justru menunjukkan sebaliknya, membuka mata dapat membantu seseorang mendengar lebih baik di tengah kebisingan.
>>> FamilyMart Indonesia Tawarkan Diskon Hemat 15-21 Juni 2026
Dalam sebuah eksperimen, peserta diminta mendengarkan suara pelan di tengah kebisingan dalam berbagai kondisi, termasuk memejamkan mata, menatap layar kosong, melihat gambar, dan menyaksikan video yang selaras dengan suara.
Yu Huang, peneliti dari American Institute of Physics, menjelaskan bahwa menutup mata justru menurunkan kemampuan untuk mendeteksi suara.
Sebaliknya, kemampuan mendengar peserta meningkat signifikan ketika mereka melihat visual yang selaras dengan suara, terutama tayangan video.
Dampak Aktivitas Otak
Analisis aktivitas otak menggunakan elektroensefalogram (EEG) menunjukkan bahwa memejamkan mata memicu otak masuk ke mode pemblokiran informasi.
>>> Arab Saudi Ungguli Uruguay 1-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026
Sistem penyaringan ini terlalu kuat sehingga ikut menghapus suara utama yang ingin didengar, bukan hanya meredam suara latar.
Huang menambahkan bahwa fokus internal saat mata ditutup justru bekerja melawan pendengaran di lingkungan bising, menyebabkan penyaringan berlebihan.
Keterlibatan visual, sebaliknya, membantu menjaga sistem pendengaran tetap terhubung dengan dunia luar.
Efek penyaringan berlebih ini tidak terjadi di lingkungan yang sunyi. Menutup mata tetap efektif membantu indra pendengaran menangkap suara halus dalam kondisi tenang.
>>> Menteri PU Sidak Proyek Sekolah Rakyat Sukoharjo, Target Fungsional Juli 2026
Laporan ilmiah mengenai studi ini telah dipublikasikan di jurnal The Journal of the Acoustical Society of America pada 17 Maret 2026.