Ketidakjujuran ini dinilai menyulitkan penyusunan pembelaan objektif yang seharusnya bersandar pada fakta riil di lapangan.
“Pak Sony tidak jujur.
Sebelum bersumpah, seolah-olah bersih, tapi saya mendapat informasi dari beberapa orang, terutama Asep, bahwa beliau menerima uang dari Asep secara rutin,” katanya.
Elza menekankan bahwa keterbukaan informasi merupakan syarat mutlak dalam mendampingi perkara korupsi, sementara pembatasan akses membuatnya memilih mundur.
“Saya dipersulit untuk ketemu Pak SS untuk tahu cerita detail,” ujarnya.
Pengunduran diri ini telah resmi memutus hubungan hukum penanganan perkara tata kelola program pemenuhan gizi tersebut sejak pertengahan bulan.
“Saya mundur ter tanggal 15 Juni,” ucap Elza.
>>> Inggris Hadapi Kroasia di Piala Dunia 2026 di Tengah Sorotan Kontrak Tuchel
Saat ini, proses penyidikan dan penelusuran aliran dana terhadap lima tersangka masih terus dilanjutkan oleh tim penyidik Kejaksaan Agung bersama Komisi Pemberantasan Korupsi.
