Karena ini adalah masa depan anak cucu kita. Satu kali tanam, seperti kelapa itu bisa panen 30 sampai 60 tahun," ujar Amran.
Pengawasan ketat dinilai krusial mengingat kesalahan pada fase awal pembibitan akan berdampak buruk terhadap hasil pertanian selama puluhan tahun.
"Jadi ini kita kawal betul, kenapa? Kalau salah di pembibitan, akan salah 30 tahun.
Salah di pembibitan, akan salah 60 tahun. Jadi kami pengalaman, pada saat pembibitan itu nggak boleh salah," tegas Amran.
Realisasi anggaran senilai Rp9,95 triliun tersebut dicairkan secara bertahap selama tiga tahun.
Alokasi dana pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp2,54 triliun, diikuti Rp5,63 triliun pada tahun 2026, dan sebesar Rp1,58 triliun untuk tahun 2027.
Secara rinci, fokus pembagian pagu anggaran untuk enam komoditas utama meliputi tebu sebesar Rp1,52 triliun yang sudah mencakup biaya tanam serta benih.
>>> BUMI Sesuaikan Anggaran Dasar KBLI Jelang RUPSLB Juni 2026
Selanjutnya, kakao mendapatkan porsi terbesar senilai Rp2,49 triliun, kopi sebesar Rp2,16 triliun, kelapa Rp1,16 triliun, mete Rp500 miliar, serta lada dan pala sebesar Rp350 miliar.
