⌂ Beranda News BUMI Sesuaikan Anggaran Dasar KBLI Jelang RUPSLB Juni 2026

BUMI Sesuaikan Anggaran Dasar KBLI Jelang RUPSLB Juni 2026

BUMI Sesuaikan Anggaran Dasar KBLI Jelang RUPSLB Juni 2026
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa BUMI
A A Ukuran Teks16px

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengumumkan agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis, 18 Juni 2026 di JS Luwansa Hotel Jakarta.

Agenda rapat adalah mengubah Pasal 3 Anggaran Dasar terkait penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

>>> Empat Wakil Indonesia Melaju ke 16 Besar Makau Terbuka 2026

Manajemen BUMI menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut dilakukan untuk mematuhi regulasi pemerintah yang berlaku.

Berdasarkan dokumen pemanggilan rapat yang dirilis Rabu, 17 Juni 2026, perubahan ini mengacu pada pemenuhan ketentuan Pasal 19 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Meski rincian kode KBLI baru belum dipaparkan, investor berspekulasi adanya perluasan ke sektor hilirisasi sumber daya alam, pengolahan mineral, hingga perdagangan karbon sejalan dengan prinsip ESG.

Transformasi fundamental menuju sektor non-batubara ini sebelumnya telah mendorong penguatan instrumen investasi grup perusahaan di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 15 Juni 2026.

Volume perdagangan saham BUMI menyentuh 8,02 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp2,35 triliun, sehingga harganya terangkat 10,19 persen ke level Rp173 per lembar.

Kenaikan itu disokong aksi beli bersih investor domestik senilai Rp335,6 miliar.

Sementara itu, saham anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), melonjak hingga 24,53 persen ke posisi Rp660.

Realisasi diversifikasi grup usaha ini bertumpu pada proyek mineral Wolfram Limited di Queensland, Australia, yang memulai penambangan pada April 2026.

Target produksi komersial periode Mei-Juli 2026 sebesar 12.000 hingga 15.000 ton copper equivalent.

>>> Panduan Beli Paket dan Streaming Piala Dunia 2026 di MAXStream dan Folaplay

Kejelasan pemasaran proyek Mt. Carlton tersebut dipastikan aman melalui ikatan kontrak penjualan jangka panjang dengan mitra global.

"Offtake 7 tahun dengan Glencore memberi commercial certainty bagi Wolfram.

BUMI kini tidak hanya masuk ke aset non-batubara, tetapi juga sudah memiliki jalur pemasaran yang jelas untuk hasil produksinya," kata Cliff Nathaniel, Analis Panin Sekuritas.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru