⌂ Beranda News Prospek Perdamaian AS-Iran: Peluang Ekonomi bagi Indonesia

Prospek Perdamaian AS-Iran: Peluang Ekonomi bagi Indonesia

Prospek Perdamaian AS-Iran: Peluang Ekonomi bagi Indonesia
Ilustrasi perdamaian AS dan Iran serta dampak ekonomi bagi Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Namun, dominasi produksi belum otomatis menjadikan Indonesia sebagai penentu harga karena mekanisme price discovery masih banyak berlangsung di pasar internasional.

Di sinilah urgensi pengembangan bursa mineral nasional.

Bursa yang transparan, likuid, dan diawasi secara efektif dapat memperkuat pembentukan harga, menyediakan instrumen lindung nilai, mendukung hilirisasi, dan secara bertahap menggeser posisi Indonesia dari price taker menjadi price influencer, bahkan price maker.

Pada akhirnya, prospek perdamaian global seharusnya tidak dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai momentum strategis.

Jika mampu memadukan stabilitas eksternal dengan reformasi fiskal, moneter, sektor keuangan, dan transformasi ekonomi berbasis nilai tambah, Indonesia berpeluang membangun fondasi pertumbuhan yang lebih tangguh.

Di era baru ini, ukuran kekuatan ekonomi suatu bangsa tidak lagi semata ditentukan oleh besarnya sumber daya alam yang dimiliki, tetapi oleh kemampuannya menghimpun modal, membentuk harga, mengelola risiko, dan menciptakan nilai tambah bagi kesejahteraan nasional.

>>> Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp 66,1 Triliun untuk Tahun 2027

Perdamaian dapat membuka pintu kesempatan, tetapi reformasi dan kualitas institusi yang akan menentukan seberapa jauh Indonesia mampu melangkah.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM