Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada dasarnya merupakan program pelayanan bagi masyarakat umum.
Pernyataan itu disampaikan Fadli di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, pada Rabu, 17 Juni 2026, untuk merespons dinamika pelaksanaan program nasional tersebut.
>>> IHSG Menguat ke 6.321 Jelang Keputusan Suku Bunga BI dan The Fed
Fadli mengingat bahwa gagasan pemenuhan gizi ini telah diinisiasi Presiden Prabowo Subianto sejak puluhan tahun lalu, saat memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
"Soal MBG ya saya kira prinsipnya kan MBG ini program yang sangat bagus dan sudah, bahkan Pak Prabowo itu dulu mengatakan ya harusnya di 2004, saya ingat sekali beliau sebagai Ketua Umum HKTI, susu ya, 'Revolusi Putih' seperti yang dilakukan di India penting sekali, nah termasuk makan bergizi gratis ini," kata Fadli.
Ia mengungkapkan hambatan awal dalam mengimplementasikan program tersebut. Menurutnya, menggerakkan partisipasi pihak luar pada masa awal sangat berat.
"Sebenarnya program ini kan program layanan, program layanan kepada publik makan bergizi gratis ini.
Di awalnya kan malah tidak ada yang mau ikut awalnya, susah sekali malah menggerakkan," ucap dia.
Pergeseran motivasi terjadi setelah rincian anggaran diumumkan. Minat pihak ketiga melonjak drastis, namun sebagian besar hanya berorientasi pada profit.
"Tapi begitu kemudian skemanya berjalan, orang berlomba-lomba. Di situlah pikiran orang itu bukan lagi melayani tapi bagaimana mencari keuntungan mencari uang gitu.
Nah padahal maksud dari program ini adalah program layanan, ada keuntungannya pasti tapi keuntungannya sudah dibatasi nggak boleh lebih kira-kira gitu," ujar dia.
>>> Alexandra Eala Hadapi Donna Vekic di Babak Pertama Berlin Open
Terkait persoalan hukum, Fadli menyinggung kasus korupsi yang menjerat pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, celah dalam tata kelola program baru memicu tindak pidana.
"Tapi yang salah itu kan korupsinya. Yang salah itu kalau dia dikorupsi.
Nah mungkin dengan berbagai kejadian yang ada ini saya kira perlu ada introspeksi dan saya kira pimpinan MBG yang baru kan sudah melakukan introspeksi terhadap apa yang terjadi.
Karena ya saya kira ada pepatah yang mengatakan 'opportunity makes a thief' gitu ya, kesempatan itu membuat orang bisa menjadi pencuri gitu karena memang sebagai satu hal yang baru gitu ya," jelas dia.
Fadli juga menepis tudingan dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang mengaitkan program ini dengan komoditas politik. Ia menyatakan kepesertaan pelaksana MBG bersifat inklusif bagi semua kelompok.
"Nah dengan makan bergizi gratis ini ya masyarakat kalau ada yang bilang ini persoalan elektoral, elektoral di mana?
Ada yang mengatakan itu dari mana itu ya ICW atau apa gitu ini persoalan elektoral.
>>> PT Acset Indonusa Divonis Denda Rp 350 Juta Terkait Korupsi Tol MBZ
Oh yang ikut aja semua orang bisa siapa saja misal ada dari partai politik misal ada dari non-partai politik bisa saja," tutur dia.
