Selain itu, kotoran ternak dimanfaatkan kembali sebagai pupuk melalui operasional internal maupun kolaborasi dengan masyarakat.
Transisi Energi Bersih dan Pendanaan Berkelanjutan
Di sektor energi dan emisi, JAPFA mempercepat transisi ke sumber energi ramah lingkungan.
Sejak 2025, perusahaan menghentikan pemakaian batu bara secara bertahap di seluruh fasilitas operasionalnya.
Sebagai gantinya, operasional beralih ke gas alam dan biomassa berbahan bakar cangkang kemiri serta cangkang sawit.
Energi biomassa kini berkontribusi sekitar 35% terhadap total kebutuhan energi perusahaan.
Langkah dekarbonisasi diperkuat dengan pemasangan panel surya berkapasitas total 1,8 MWp di berbagai unit produksi.
Komitmen terhadap bisnis berkelanjutan juga mendapat dukungan dari sektor keuangan.
JAPFA memperoleh pendanaan melalui Sustainability-Linked Bond (SLB) senilai US$350 juta pada 2021.
>>> FA Larang Thomas Tuchel Bahas Politik di Timnas Inggris
Pendanaan berlanjut melalui Sustainability-Linked Loan (SLL) dari BNI sebesar Rp1,42 triliun atau US$95 juta pada tahun berikutnya, dengan evaluasi berkala oleh pihak independen.