⌂ Beranda News Konsumsi Listrik Asia Tenggara Melonjak Dipicu Penggunaan AC

Konsumsi Listrik Asia Tenggara Melonjak Dipicu Penggunaan AC

Konsumsi Listrik Asia Tenggara Melonjak Dipicu Penggunaan AC
Penggunaan AC di Asia Tenggara
A A Ukuran Teks16px

Sementara itu, tingkat kepemilikan mesin cuci terkerek naik 50 persen menjadi 90 juta unit.

Dampaknya, konsumsi listrik dari peralatan elektronik rumah tangga mencapai kisaran 200 TWh per tahun, atau melonjak hampir 60 persen dibanding 2015.

Di antara seluruh perangkat elektronik, AC mencatatkan pertumbuhan yang paling agresif.

Kenaikan permintaan pendingin ruangan ini berjalan beriringan dengan laju urbanisasi yang pesat dan peningkatan kesejahteraan finansial masyarakat.

Secara keseluruhan, sektor bangunan menyerap energi sebesar 4,5 exajoule (EJ) pada 2024.

>>> Kemenag Cairkan Insentif Rp1,5 Juta untuk Guru Madrasah Non-ASN Akhir Juni 2026

Faktor lain yang mendorong konsumsi energi di sektor ini meliputi perluasan akses listrik yang kini mencapai 97 persen, serta akses bahan bakar memasak bersih sebesar 83 persen.

Permintaan Listrik Regional Tumbuh Dua Kali Lipat

Pergeseran pola konsumsi di tingkat rumah tangga terjadi bersamaan dengan perubahan besar pada proyeksi energi masa depan Asia Tenggara.

Dalam sepuluh tahun ke depan, pertumbuhan permintaan listrik di kawasan ini diperkirakan setara dengan total output listrik Jepang saat ini.

Listrik memegang porsi hampir seperempat dari konsumsi energi final regional dan diprediksi terus mendominasi hingga tahun 2050.

Selain rumah tangga, pusat data atau data center juga muncul sebagai sumber penyerap listrik baru yang tumbuh sangat cepat.

Pada sektor industri, tingkat elektrifikasi di Asia Tenggara sudah menyamai Uni Eropa, sedangkan pasar kendaraan listrik juga mulai menanjak.

Penjualan kendaraan listrik di regional melonjak dua kali lipat pada 2025 menjadi sekitar 500.000 unit, atau mengisi hampir 20 persen dari total penjualan otomotif.

Di Vietnam, pasar mobil listrik naik lebih dari dua kali lipat antara 2024 dan 2025 hingga mendekati 180.000 unit.

Dampak Gelombang Panas terhadap Standar Efisiensi

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM