Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI yang hadir menegaskan keberhasilan transportasi hijau dan cerdas tidak hanya diukur dari jumlah kendaraan listrik atau digitalisasi, tetapi kemampuan membangun ekosistem energi dan transportasi yang terintegrasi, rendah emisi, dan berdaya saing.
Pentingnya percepatan energi terbarukan, hilirisasi nikel dan baterai, kesiapan infrastruktur, pengembangan SDM, serta kepastian hukum dan keberlanjutan regulasi turut ditekankan.
Konsep transportasi cerdas harus memenuhi prinsip hemat, bermanfaat, dan terintegrasi, serta pembahasan regulasi terkait terus berkembang, termasuk dialog dengan komunitas pengemudi ojek online.
Pemerataan pembangunan hingga wilayah timur Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur menjadi catatan penting.
>>> Menteri Hukum Hibahkan Tanah Pribadi untuk Program Sekolah Rakyat Kemensos
Transisi menuju transportasi hijau harus diiringi efisiensi di berbagai sektor lainnya, dan peningkatan daya saing industri transportasi nasional membutuhkan dukungan regulasi serta skema pembiayaan yang kuat.
