Karier profesional membawa sang pemain keluar dari tanah airnya menuju Angola untuk memperkuat klub Progresso.
Pengalaman berpindah klub tersebut memaksanya untuk mempertahankan nama panggilan masa kecilnya demi menghindari kesamaan identitas.
"Tidak ada seorang pun di Tanjung Verde yang mengenal saya sebagai Josimar, tetapi awalnya saya tidak menyukainya, saya menjadi gila," ungkap Vozinha.
Ia memutuskan tetap menggunakan nama panggilan masa kecilnya setelah mendapati adanya kesamaan nama dengan penjaga gawang lain di klub barunya.
>>> TNI AU Seleksi 32 Perwira Menengah untuk Atase Pertahanan Luar Negeri
"Ketika saya tiba di Angola, ada kiper lain bernama Josimar dan saya berkata saya tidak akan menulis Josimar II di jersey – jika semua orang mengenal saya sebagai Vozinha di Tanjung Verde, itulah saya," lanjut Vozinha.
