"Agenda utama konferensi ini adalah mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahun 2025, menyusun program kerja tahun 2026, serta merumuskan pernyataan sikap terkait kondisi pendidikan dan organisasi di Sumatera Selatan," ujarnya.
Lukman menerangkan bahwa 110 peserta mengikuti sidang organisasi dan menyampaikan laporan perkembangan pendidikan di daerah masing-masing.
"Dari laporan dan pandangan umum yang disampaikan peserta, banyak informasi terkait kondisi organisasi dan pendidikan di daerah masing-masing yang menjadi bahan evaluasi bersama," katanya.
Ia turut menyoroti munculnya kekhawatiran mengenai dualisme kepengurusan organisasi yang dinilai berpotensi memicu kebingungan bagi anggota maupun masyarakat awam.
"Yang kami khawatirkan adalah munculnya kebingungan di kalangan guru dan masyarakat.
Bagi mereka yang memahami hukum organisasi tentu bisa membedakan, tetapi bagi sebagian besar anggota dan masyarakat awam kondisi ini dapat menimbulkan kesalahpahaman," ungkapnya.
Lukman mengimbau agar seluruh anggota tetap berpegang pada aturan hukum organisasi yang sah dan tidak terpengaruh oleh informasi dari luar.
>>> Aplikasi MyBCA dan BCA Mobile Alami Gangguan Massal, Nasabah Keluhkan Pemblokiran Akun
"Kami berharap seluruh anggota tetap menjaga persatuan dan soliditas organisasi. Jangan sampai ada pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan di luar organisasi," tegasnya.
