PT Bank CIMB Niaga Tbk tetap mempertahankan target bisnis tahun 2026 meskipun Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 125 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen sejak awal tahun.
Manajemen saat ini tengah melakukan penyesuaian internal untuk merespons kebijakan moneter tersebut. Namun, dampak kenaikan suku bunga acuan dinilai belum memengaruhi kinerja perseroan secara signifikan.
>>> Jepang Libas Tunisia 4-0 di Piala Dunia 2026
Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh menyatakan pihaknya tetap optimistis.
"Kita masih optimistis dan ingin benar-benar hadir untuk nasabah, mendukung mereka bersama-sama," ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Manajemen menegaskan belum ada perubahan target kinerja operasional yang telah ditetapkan untuk periode tahun ini.
Langkah BI tersebut juga dipandang tidak mengejutkan karena penyesuaian serupa sudah terjadi beberapa kali dan bertujuan menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.
"Kalau suku bunga bisa diperbaiki, IHSG naik, market lebih bagus, dolar bisa turun, sehingga ekonomi masih bisa berputar," kata Lusiana Saleh.
Antisipasi risiko tetap menjadi perhatian utama perseroan, terutama dari sisi pengelolaan kualitas aset.
>>> Giorgia Meloni Balas Kritik Donald Trump di Media Sosial
Kenaikan biaya dana berpotensi memicu penyesuaian suku bunga kredit yang berisiko meningkatkan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).
"Yang harus di-watch out memang dari sisi suku bunga kredit. Kalau suku bunga naik, lending juga harus hati-hati dari sisi NPL," ujar Lusiana Saleh.
Kondisi aktivitas ekonomi domestik sejauh ini dipantau masih cukup kuat dan stabil.
Hal tersebut diindikasikan oleh pertumbuhan volume transaksi nasabah serta aktivitas bisnis yang tetap berjalan dengan performa baik.
"Transaksi masih cukup bagus. Sebenarnya roda ekonomi masih jalan.
>>> Senegal vs Norwegia: Laga Kunci Grup I Piala Dunia 2026
Jadi kita tetap optimis," kata Lusiana Saleh.