⌂ Beranda News Emiten Ritel Cetak Kinerja Positif di Kuartal I-2026, Dipicu Daya Beli dan Promosi

Emiten Ritel Cetak Kinerja Positif di Kuartal I-2026, Dipicu Daya Beli dan Promosi

Emiten Ritel Cetak Kinerja Positif di Kuartal I-2026, Dipicu Daya Beli dan Promosi
Suasana toko ritel di Indonesia
A A Ukuran Teks16px

Strategi ini untuk menjaga trafik pengunjung dan volume penjualan di tengah melemahnya keyakinan konsumen.

Diskon, bundling, program loyalitas, dan kampanye pemasaran digital kemungkinan menjadi fokus utama.

>>> Pengiriman BYD Anjlok Imbas Transisi ke Produksi Lokal

Azis melihat prospek sektor ritel masih cukup menantang, namun tetap ada peluang pertumbuhan bagi pemain dengan positioning produk yang tepat.

Perlambatan daya beli dan turunnya indeks keyakinan konsumen (IKK) mengindikasikan konsumen lebih selektif dalam berbelanja. Segmen kebutuhan pokok, kesehatan, dan produk value-for-money berpotensi menunjukkan kinerja lebih baik.

Azis memperkirakan pertumbuhan penjualan ritel akan lebih moderat dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba sangat bergantung pada kemampuan masing-masing emiten dalam menjaga margin.

Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menilai penurunan IKK pada Mei menunjukkan perlambatan daya beli. Hal ini memberikan tekanan terhadap SSSG dan downtrading.

Perusahaan ritel yang bergerak di bidang tersier akan lebih terdampak. Food retailers seperti Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan MIDI cenderung lebih defensif dan resilien.

Harry menyebut sentimen yang perlu dicermati meliputi pelemahan daya beli akibat depresiasi rupiah dan inflasi tinggi, perkembangan retail sales index, serta tensi geopolitik.

Azis juga menambahkan arah suku bunga yang memengaruhi konsumsi rumah tangga.

Investor juga perlu mencermati efektivitas program promosi, pertumbuhan SSSG, dan pergerakan nilai tukar rupiah.

Di sisi positif, stabilisasi inflasi dan potensi perbaikan konsumsi rumah tangga dapat menjadi katalis pada semester II-2026.

Dari sisi saham, Christy mengatakan dana domestik sedikit meningkatkan eksposur, terutama di MAPI dan MAPA.

Hal ini didorong oleh membaiknya sentimen karena MAPI diperdagangkan mendekati harga mandatory tender offer (MTO) Rp 1.550 per saham.

Posisi investasi di ACES dan MIDI sebagian besar tidak berubah selama tiga bulan terakhir.

ACES mengalami pengurangan posisi investasi terbesar dari asing, sementara mereka selektif menambah investasi di MIDI.

Christy merekomendasikan buy saham MIDI dengan target Rp 500 per saham. Azis merekomendasikan hold saham AMRT dengan target Rp 1.670 per saham.

>>> Veda Ega Pratama Turun ke Posisi 20 di Moto3 Ceko

Harry Su merekomendasikan buy saham AMRT dengan target Rp 2.400, buy MIDI target Rp 400, buy ACES target Rp 430, dan buy ERAA target Rp 555 per saham.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru