Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung membangun jembatan permanen di jalur strategis Sumatra-Aceh pascabencana tanpa menunggu seluruh tahapan rehabilitasi selesai.
Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran distribusi logistik nasional, karena infrastruktur darurat dinilai memiliki keterbatasan kapasitas untuk kendaraan besar.
>>> Emiten Ritel Cetak Kinerja Positif di Kuartal I-2026, Dipicu Daya Beli dan Promosi
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, pembatasan muatan pada jembatan darurat sulit diterapkan di lapangan.
"Pada saat tanggap darurat, yang kita bangun itu kan bersifat darurat, sementara waktu.
Jembatan darurat tidak akan bertahan lama karena yang melintas merupakan kendaraan besar, meskipun sudah kita batasi maksimal 20 ton.
Jadi tidak mungkin (dibatasi)," kata Dody Hanggodo.
Jalur lintas Medan-Aceh merupakan rute vital bagi komoditas penting seperti pasokan bahan bakar minyak hingga semen.
"Belum lagi ini merupakan jalur lintas Medan-Aceh, ada angkutan BBM, logistik, semen, dan lain-lain. Jadi kemudian saya memberanikan diri, walaupun sebetulnya waktu itu belum boleh.
Seharusnya saya masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, tetapi langsung membangun jembatan permanennya," tambah Dody.
>>> Indonesia Raih Komitmen Rp303 Triliun dan Dukungan Panda Bond dari China
Kebijakan percepatan fisik ini disampaikan dalam acara InfraTalk di Jakarta pada Jumat (19/6) dan berdampak langsung pada penyerapan anggaran.
"Jadi karena di PU ini banyak pekerjaan yang sudah bersifat permanen, sehingga penyerapan anggarannya bisa berlangsung lebih cepat," ujar Dody.
Selain infrastruktur jalan, program padat karya berupa pembersihan sisa material pascabencana juga digulirkan secara intensif di Sumatra.
"Untuk padat karya di Sumatra itu masih terus berlangsung, terutama untuk pembersihan lumpur. Jadi itu di Ditjen Cipta Karya.
Kan masih banyak lumpur, terutama di daerah Aceh Tamiang. Semua lokasi akan kita bersihkan dari lumpur," ungkap Dody.
Hingga Juni 2026, Kementerian PU telah menuntaskan pembangunan 1.544 unit rumah hunian dari target keseluruhan 1.866 unit di 18 lokasi.
>>> Pengiriman BYD Anjlok Imbas Transisi ke Produksi Lokal
Pemerintah juga memulihkan 107 ruas jalan nasional, 43 jembatan, serta fasilitas sanitasi dengan dukungan anggaran pemulihan pascabencana senilai Rp100,1 triliun yang disetujui Presiden Prabowo Subianto untuk periode tiga tahun.