⌂ Beranda News MK Tolak Gugatan Nafkah Suami, Psikolog Ungkap Strategi Keuangan Keluarga

MK Tolak Gugatan Nafkah Suami, Psikolog Ungkap Strategi Keuangan Keluarga

MK Tolak Gugatan Nafkah Suami, Psikolog Ungkap Strategi Keuangan Keluarga
Pasangan sedang berdiskusi mengenai keuangan keluarga dengan tenang.
A A Ukuran Teks16px

Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak gugatan uji materi terhadap Pasal 34 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Gugatan ini diajukan oleh Moratua Silaban yang menilai aturan mengenai kewajiban laki-laki sebagai pencari nafkah utama dalam rumah tangga merupakan produk usang.

>>> Transmart Full Day Sale Tawarkan Diskon Besar untuk Elektronik dan Sembako

MK berpendapat bahwa regulasi tersebut bukan bentuk diskriminasi, melainkan pembagian fungsi dan tanggung jawab yang setara dalam rumah tangga.

Strategi Kelola Keuangan Keluarga

Menghadapi situasi tuntutan istri yang berpotensi melampaui kemampuan finansial keluarga, kepala keluarga perlu mengambil langkah terukur.

Psikolog Klinis Umum, Danti Wulan Manunggal, menyarankan intervensi struktural dan emosional jika istri mulai menunjukkan pola menuntut yang berlebihan.

Penerapan batasan finansial yang baru membutuhkan komunikasi matang. Mengelola ekspektasi gaya hidup tidak bisa diselesaikan dengan kemarahan atau larangan belanja semata.

Suami disarankan menggunakan metode I-Statements saat berdiskusi mengenai keuangan. Alih-alih mengkritik kebiasaan belanja dengan kalimat menuduh, fokuslah pada penyampaian kerentanan perasaan dan kapasitas ekonomi diri.

Contohnya, "Aku merasa sangat cemas dan kewalahan kalau pengeluaran bulanan kita melebihi angka tertentu." Pendekatan ini mencegah serangan pada harga diri pasangan dan menurunkan sikap defensif.

>>> Gubernur Jateng Atur Seleksi dan Daftar Ulang SPMB SMA/SMK 2026

Transparansi arus kas menjadi kunci penting. Keterbukaan penuh mengenai kondisi keuangan, termasuk pemasukan riil dan utang, sangat dibutuhkan agar persepsi keuangan menjadi sama.

Posisi hubungan harus diubah dari saling berhadapan menjadi kerja sama tim melawan tantangan keuangan. Suami juga perlu menghindari stoikisme toksik atau menyembunyikan masalah keuangan.

Perlindungan terbaik bagi istri adalah membekalinya dengan informasi finansial yang akurat, bukan menyembunyikan masalah. Hal ini dapat membangun kepercayaan di masa depan.

Suami perlu memberikan ruang bagi istri untuk ikut mencari solusi.

Keterbukaan dapat dimulai dari menyepakati satu tujuan finansial bersama, lalu membangun kepercayaan bahwa istri tidak akan panik atau menyalahkan.

Sebagai penyelesaian teknis, pendapatan bulanan dapat dibagi ke dalam beberapa kantong dana terpisah. Dana kebutuhan ditempatkan di rekening bersama, sementara uang saku pribadi masing-masing tidak boleh diganggu gugat.

>>> Fernando Gago Alami Serangan Jantung Akut Usai Bawa Universidad de Chile Menang

Jika istri ingin pengeluaran gaya hidup lebih, dorong dialog tentang bagaimana ia bisa berkontribusi untuk mencapainya. Diskusi lanjutan dapat dilakukan secara logis tanpa melibatkan emosi.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru