PT Esa Medika Mandiri (EMMI) bersiap melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) di bursa efek.
Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan alat laboratorium, farmasi, dan kedokteran ini akan mencatatkan sahamnya dengan kode EMMI.
>>> MSCI Pertahankan Status Indonesia Sebagai Emerging Market, Catat Penurunan Skor Information Flow
Dalam aksi korporasi ini, EMMI menawarkan sebanyak 522.857.000 saham. Jumlah tersebut setara dengan 30% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Harga penawaran awal (bookbuilding) ditetapkan dalam rentang Rp 446 hingga Rp 515 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi mengantongi dana segar maksimal mencapai Rp 269,27 miliar.
Alokasi Saham Karyawan dan Penggunaan Dana
EMMI juga mengalokasikan 10% dari saham yang ditawarkan atau sebanyak 52.285.700 saham untuk program saham karyawan (Employee Stock Allocation/ESA).
Dana hasil IPO akan digunakan untuk berbagai keperluan. Sekitar Rp 50 miliar dialokasikan untuk membayar sebagian pokok pinjaman perusahaan.
Selanjutnya, 11,8% dana akan digunakan untuk pengembangan usaha, termasuk pembiayaan modal pembangunan gedung pabrik di Cikupa.
>>> Polres Jakut Tahan Selebgram Adam Deni Terkait Perusakan Ruko dan Intimidasi
Porsi terbesar, yakni 68,7%, akan dimanfaatkan sebagai modal kerja, seperti pembelian barang proyek serta pengadaan bahan baku dan persediaan.
Jika dana IPO tidak mencukupi, manajemen akan menutup kekurangan melalui kas internal. Perusahaan juga membuka peluang pendanaan tambahan dari bank atau lembaga keuangan lain.
Kinerja Keuangan Positif
Kinerja keuangan EMMI menunjukkan pertumbuhan signifikan pada tahun 2025.
Laba bersih tahun berjalan tercatat sebesar Rp 32,43 miliar, melonjak 188,22% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 11,25 miliar.
Kenaikan laba bersih sejalan dengan peningkatan penjualan bersih.
>>> Airlangga Hartarto Percepat Reformasi Pasar Modal Indonesia
Pada tahun 2025, EMMI membukukan pendapatan Rp 454,63 miliar, naik 18,1% dari Rp 384,93 miliar pada tahun sebelumnya.