Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) aman.
Pernyataan ini disampaikan menyusul gangguan listrik akibat kendala teknis yang terjadi pada Minggu, 21 Juni 2026.
>>> YLKI dan FKBI Desak Penyelesaian Tuntas Pemadaman Listrik Bergilir
Pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan energi pembangkit dengan menugaskan perusahaan tambang nasional untuk menyediakan 180 juta hingga 190 juta ton batu bara per tahun.
Angka ini melebihi kebutuhan tahunan PLN yang mencapai 154 juta ton.
Bahlil meminta PLN segera mengambil langkah terukur dan komprehensif untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan dan mencegah pemadaman berulang.
Kementerian ESDM menegaskan bahwa regulasi dan jaminan pasokan telah berjalan. Kendala yang terjadi murni berada pada manajemen logistik serta operasional yang dikelola oleh PLN.
>>> Marco Bezzecchi Diskors dari MotoGP Ceko 2026 Akibat Insiden dengan Marshal
Hal ini dikonfirmasi oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang menyatakan bahwa pemadaman bergilir terpaksa dilakukan di sebagian wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, termasuk Malang Raya.
Pemadaman dilakukan demi menjaga stabilitas sistem transmisi.
Gangguan teknis terjadi pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik Independent Power Producer (IPP) yang merupakan mitra PLN.
Kerusakan mendadak pada dua unit PLTU tersebut menyebabkan penurunan daya pada sistem kelistrikan utama Pulau Jawa.
>>> Jepang Cukur Tunisia 4-0 di Piala Dunia 2026, Moriyasu Puji Kedalaman Skuad
Meskipun demikian, pasokan darurat batu bara kalori menengah kini mulai disalurkan untuk mengatasi masalah tersebut.
