PT Intraco Penta Tbk (INTA) memperkuat strategi bisnisnya dengan fokus pada perbaikan struktur keuangan, percepatan pelunasan utang, dan pengembangan lini bisnis rental alat berat.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk mendongkrak kinerja perusahaan di tengah dinamika industri yang terus berubah.
>>> Dishub DKI Sediakan Parkir Khusus Ojol Pasca Viral Penertiban
Keputusan strategis tersebut telah disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan di Jakarta pada Jumat (19/6/2026).
Kinerja Keuangan dan Transformasi Operasional
Sepanjang tahun 2025, INTA mencatatkan pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp 966,92 miliar. Angka ini menunjukkan sedikit kenaikan dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang tercatat Rp 954,68 miliar.
Bersamaan dengan itu, perusahaan berhasil memangkas rugi bersih tahun berjalan menjadi Rp 81,09 miliar, sebuah perbaikan signifikan dari rugi Rp 117,84 miliar pada tahun 2024.
Pemulihan performa ini didukung oleh transformasi operasional yang berkelanjutan, peningkatan efisiensi, penguatan tata kelola perusahaan, serta pemusatan portofolio pada sektor-sektor yang memiliki prospek cerah.
Untuk tahun berjalan, INTA mengarahkan strategi penjualannya pada basis pelanggan utama melalui metode key account dan project-based sales di pasar-pasar utama.
>>> PT Esa Medika Mandiri Bidik Rp269 Miliar dari IPO Saham Juni 2026
Direktur Utama PT Intraco Penta Tbk, Petrus Halim, menyatakan bahwa transformasi bisnis akan terus dilanjutkan dengan memperkuat disiplin manajemen risiko guna mempertahankan fundamental usaha perusahaan.
Selain penjualan unit baru, lini penyewaan alat berat melalui entitas anak usaha akan diperbesar. Hal ini dilakukan untuk mengamankan pendapatan yang lebih stabil dari fluktuasi siklus industri.
Manajemen juga menerapkan kebijakan belanja modal yang selektif untuk aset-aset pendukung bisnis inti.
Perusahaan berharap langkah-langkah yang telah dipersiapkan dapat memperkuat daya saing, meningkatkan profitabilitas, serta menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan.
INTA, yang mengelola portofolio distribusi alat berat hingga pembangkit listrik, menjalankan operasi bersama anak usahanya seperti PT Intraco Penta Prima Servis (IPPS) dan PT Intraco Penta Wahana (IPW).
>>> Dishub DKI Jakarta Ubah Pendekatan Penertiban Parkir Liar
Perusahaan menyalurkan berbagai merek global dan berfokus memperluas penetrasi ke sektor pertambangan, agribisnis, minyak dan gas, hingga infrastruktur.
