⌂ Beranda News Serangan Balasan Rusia-Ukraina Tewaskan 7 Warga Sipil

Serangan Balasan Rusia-Ukraina Tewaskan 7 Warga Sipil

Serangan Balasan Rusia-Ukraina Tewaskan 7 Warga Sipil
Ilustrasi: Serangan Balasan Rusia-Ukraina Tewaskan 7 Warga Sipil
A A Ukuran Teks16px

Aksi saling serang antara militer Rusia dan Ukraina kembali memanas dan memakan korban jiwa dari masyarakat sipil.

Gempuran tentara Rusia merenggut tiga nyawa di wilayah Ukraina timur, tepatnya di Dnipropetrovsk dan Poltava. Sementara itu, serangan balasan dari Ukraina menewaskan empat orang di wilayah Krimea.

>>> Mandiri Tunas Finance Siapkan Rp 313,51 Miliar untuk Lunasi Obligasi

Kondisi ini terjadi di tengah mandeknya upaya negosiasi perdamaian yang diinisiasi oleh Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak Februari 2022.

Korban di Wilayah Ukraina

Kepala administrasi militer regional Oleksandr Ganzha melaporkan satu orang tewas dan sembilan lainnya terluka dalam serangan Rusia di tiga distrik Dnipropetrovsk.

Korban yang meninggal dunia di wilayah distrik Nikopol diketahui merupakan seorang perempuan berumur 70 tahun.

Selain itu, Kepala administrasi militer regional Poltava, Vitali Dyakivnych, menyebutkan bahwa serangan Rusia pada Sabtu malam mengakibatkan dua orang tewas dan 13 lainnya luka-luka, termasuk enam anak-anak.

Dampak Serangan Ukraina di Krimea

Pihak Rusia melaporkan dampak masif dari serangan udara yang dilancarkan oleh militer Ukraina ke wilayah pertahanan mereka.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan berhasil merontokkan 239 drone Ukraina dalam operasi semalam.

Meskipun demikian, gempuran tersebut tetap memakan korban jiwa serta melumpuhkan jalur distribusi logistik bahan bakar di semenanjung Krimea yang kini dikuasai Rusia.

>>> Sepak Bola Pererat Hubungan Historis Belanda dan Indonesia, Khususnya Maluku

Gubernur Krimea yang didukung Rusia, Sergey Aksyonov, mengonfirmasi adanya korban jiwa di antara penduduk sipil akibat serangan drone di semenanjung Kerch.

Menurut informasi terbaru, empat orang tewas dan 28 orang terluka akibat serangan tersebut.

Rentetan serangan besar ini juga menewaskan satu orang di atas kapal feri dan merusak terminal minyak di wilayah Krasnodar, Rusia selatan.

Dampak dari serangan tersebut menyebabkan sebagian wilayah semenanjung Krimea mengalami pemutusan aliran listrik total.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa operasi udara mereka menargetkan logistik militer, industri minyak, dan pertahanan udara para penjajah.

Pemerintah Ukraina mengategorikan operasi penyerangan ke wilayah Rusia dan daerah pendudukan ini sebagai tindakan pertahanan.

>>> Turis AS Korban Copet di Bali Beri Pelaku Uang Karena Iba

Zelensky menambahkan bahwa unit militer Ukraina turut menghantam Jembatan Krimea yang menjadi jalur penghubung utama semenanjung tersebut ke daratan Rusia.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru