AS Roma dikabarkan serius meminati Mason Greenwood untuk memperkuat lini depan pada musim panas ini. Transfer penyerang Marseille itu diperkirakan menghabiskan biaya 50 juta Euro.
Namun rencana tersebut langsung mendapat penolakan dari sebagian penggemar Roma.
>>> Portugal Andalkan Cristiano Ronaldo untuk Jebol Pertahanan Uzbekistan
Mereka menyoroti riwayat buruk Greenwood dan menilai klub seharusnya memilih sosok yang lebih baik untuk mewakili citra tim.
Greenwood pernah ditangkap polisi pada 2022 karena kasus pemerkosaan, penyerangan, dan kekerasan seksual terhadap sejumlah wanita.
Dakwaan itu dicabut kejaksaan pada 2023 karena mundurnya saksi kunci dan ditemukannya material baru.
Sejak saat itu, kepercayaan terhadap Greenwood anjlok. Ia tak pernah bermain lagi untuk Manchester United dan timnas Inggris.
MU melepasnya sebagai pinjaman ke Getafe pada 2023/2024, lalu menjualnya ke Marseille pada musim panas 2024.
>>> Beli Nomor HP Baru Tak Cukup NIK, Pekan Depan Wajib Verifikasi Wajah
Sejumlah penggemar Roma memulai petisi menolak perekrutan Greenwood. Pada hari pertama, petisi di ipetitions itu sudah mendapat hampir 500 tanda tangan.
"Kami menolak perekrutan Mason Greenwood oleh AS Roma," demikian bunyi petisi tersebut.
"Posisi ini tidak didasarkan pada kebencian pribadi, melainkan keyakinan bahwa setiap klub punya hak dan tanggung jawab memilih siapa yang mewakili lambang mereka."
Petisi itu juga menyebut Greenwood terlibat banyak kontroversi serius di luar lapangan, termasuk isu disiplin dengan timnas Inggris serta dugaan kekerasan seksual dan domestik.
>>> 19% Penduduk RI Belum Terhubung Internet, Ini Janji Pemerintah
"Kejadian itu terus membentuk citra publiknya dan menjadikannya salah satu sosok paling kontroversial dalam sepakbola modern," tambah petisi.