⌂ Beranda News Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Suhu di Prancis Capai 42 Derajat Celsius

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Suhu di Prancis Capai 42 Derajat Celsius

Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Suhu di Prancis Capai 42 Derajat Celsius
Ilustrasi: Gelombang Panas Ekstrem Landa Eropa, Suhu di Prancis Capai 42 Derajat Celsius
A A Ukuran Teks16px

Eropa tengah menghadapi musim panas ekstrem akibat gelombang panas yang berasal dari Afrika.

Suhu udara yang melonjak tinggi dilaporkan telah memakan korban jiwa di Prancis dan memaksa penutupan ribuan sekolah.

>>> Lionel Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Klose 'Serahkan Mahkota'

Di Bordeaux, Prancis, suhu udara diperkirakan mencapai 42 derajat Celsius. Badan meteorologi Meteo France telah mengeluarkan peringatan merah gelombang panas di 49 wilayah administratif.

Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist menyatakan bahwa negara itu akan menghadapi cuaca yang sangat panas selama beberapa hari ke depan.

Belum diketahui kapan suhu akan mulai menurun.

Tiga warga lanjut usia di wilayah Bordeaux dilaporkan meninggal dunia pada akhir pekan lalu akibat masalah kesehatan yang dipicu oleh gelombang panas.

Usia mereka berkisar antara 80 hingga 95 tahun.

Sebagai dampaknya, sekitar 2.700 sekolah di Prancis akan ditutup atau mengubah jadwal pembelajaran mereka demi keselamatan siswa.

Lonjakan suhu ini disebabkan oleh pergerakan massa udara panas dari Sahara ke utara, yang didorong oleh sistem tekanan tinggi kuat yang dikenal sebagai 'antisiklon Afrika'.

>>> Kylian Mbappe Samai Rekor Klose di Piala Dunia Usai Cetak Brace ke Gawang Irak

Ahli meteorologi menjelaskan bahwa sistem ini menciptakan 'kubah panas' yang memerangkap udara panas di atas Eropa barat dan tengah, menyebabkan peningkatan suhu harian yang signifikan.

Di Spanyol, badan meteorologi setempat juga mengeluarkan peringatan merah untuk wilayah otonom Basque.

Suhu di San Sebastian diprediksi naik hingga 40 derajat Celsius, sebuah anomali mengingat lokasinya yang berada di utara dan biasanya lebih sejuk.

Kondisi gerah tidak hanya terjadi di siang hari.

Di beberapa wilayah Spanyol, suhu malam hari dilaporkan masih berada di kisaran 25 hingga 30 derajat Celsius, terutama di Provinsi Almeria.

Tempat rehabilitasi satwa liar di Eropa juga kewalahan menangani hewan-hewan yang menderita akibat gelombang panas. Burung-burung yang bersarang di atap rumah, seperti burung walet dan pipit, sangat terdampak.

Romaine de Jaegere, seorang ahli biologi, mengungkapkan bahwa suhu di sarang burung bisa mencapai 50 hingga 60 derajat Celsius.

>>> Kiper Austria Ejek Messi, Dibalas Dua Gol di Piala Dunia 2026

Hal ini membuat burung memilih melompat keluar demi menyelamatkan diri dari panas ekstrem di sarang mereka.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru