⌂ Beranda News Kisah Pencarian Menegangkan 4 Bom Nuklir yang Jatuh di Spanyol

Kisah Pencarian Menegangkan 4 Bom Nuklir yang Jatuh di Spanyol

Kisah Pencarian Menegangkan 4 Bom Nuklir yang Jatuh di Spanyol
Ilustrasi: Kisah Pencarian Menegangkan 4 Bom Nuklir yang Jatuh di Spanyol
A A Ukuran Teks16px

Pada 17 Januari 1966, sebuah pesawat pengebom B-52G Angkatan Udara AS bertabrakan dengan pesawat tanker KC-135 saat terbang di atas Spanyol.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 10:30 pagi waktu setempat dalam misi Operasi Chrome Dome.

>>> Hasil Piala Dunia 2026: Inggris Vs Ghana Berakhir Imbang

B-52 tersebut membawa empat bom termonuklir.

Tiga bom jatuh di dekat desa nelayan Palomares di pesisir tenggara Spanyol, sementara bom keempat jatuh ke Laut Mediterania.

Sekitar 1.600 personel militer AS segera dikerahkan ke Palomares. Meskipun tidak ada bom yang meledak, dua di antaranya mengeluarkan partikel plutonium yang mencemari ladang tomat setempat.

John Garman, perwira polisi militer yang saat itu berusia 23 tahun, menggambarkan pemandangan mengerikan. "Benar-benar kekacauan.

Puing berserakan di seluruh desa. Sebagian besar badan pesawat pengebom jatuh di halaman sekolah," katanya kepada New York Times.

Sebanyak 1.400 ton tanah dan vegetasi radioaktif akhirnya dikirim ke AS untuk dibuang dengan aman. Namun, bom keempat hilang di dasar laut.

Pencarian Bawah Air Selama 80 Hari

Operasi pemulihan bawah air menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah.

Sekitar 33 kapal Angkatan Laut, tiga ribu personel, dan kapal selam laut dalam Alvin dikerahkan selama 80 hari.

>>> Mbappe Bisa Kejar Rekor Gol Messi di Piala Dunia? Ini Kata Deschamps

Seorang nelayan setempat, Francisco Orts, melihat bom jatuh ke air dengan parasutnya. Kesaksiannya membantu mempersempit area pencarian.

Kapal selam Alvin akhirnya menemukan bom di lereng bawah laut curam pada kedalaman sekitar 762 meter.

Namun, saat pengangkatan pertama, kabel terputus dan bom meluncur lebih dalam ke ngarai.

Bom itu hilang lagi selama sembilan hari. Baru pada 7 April 1966, bom berhasil diangkat dalam kondisi penyok namun utuh tanpa kebocoran radiasi.

Dari 11 awak kedua pesawat, tujuh orang tewas. Namun, tidak ada penduduk desa di darat yang tewas atau terluka.

Beberapa dekade kemudian, sekitar 1.600 veteran AS yang terlibat dalam pembersihan jatuh sakit, sering mengidap kanker akibat paparan radiasi.

Mereka mengajukan gugatan class-action terhadap Departemen Urusan Veteran AS.

Kongres akhirnya mengesahkan Undang-Undang Veteran Palomares pada 2022, yang memberikan perawatan bagi veteran yang masih hidup dan santunan bagi keluarga yang telah meninggal.

>>> Piala Dunia 2026: Semua Pemain Inggris Fit Jelang Lawan Ghana

Operasi Chrome Dome dihentikan setelah insiden serupa terjadi di Greenland pada 1968. Komando Udara Strategis AU AS menangguhkan misi tersebut tanpa batas waktu.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru