China kembali mengejutkan dunia dengan meluncurkan superkomputer terbaru bernama LineShine. Sistem ini langsung dinobatkan sebagai yang tercepat dan paling bertenaga di dunia.
Pengumuman tersebut disampaikan pada ajang konferensi ISC 2026 di Hamburg, Jerman. LineShine langsung menggusur superkomputer kebanggaan Amerika Serikat ke posisi kedua.
>>> Meksiko Bantai Ceko 3-0, Suporter Berpesta di Tengah Guyuran Hujan
Berdasarkan pengujian High Performance Linpack (HPL), LineShine mencatatkan skor kinerja sebesar 2,198 Exaflop/s.
Angka ini mewakili sekitar 80% dari total kinerja puncak teoretisnya yang mencapai 2,736 Exaflop/s.
Pencapaian ini menorehkan sejarah besar di dunia komputasi.
LineShine menjadi sistem HPC pertama di dunia yang berhasil menembus batas 2 exaflop untuk kinerja komputasi presisi ganda secara berkelanjutan.
Menggunakan Chip Huawei Tanpa GPU
Di tengah tren global yang bergantung pada GPU dari Nvidia atau AMD, LineShine justru menggunakan desain 100% CPU.
Superkomputer ini tidak menggunakan akselerator GPU sama sekali.
Sistem yang bermarkas di National Supercomputing Centre in Shenzhen (NSCS) ini dibangun menggunakan platform kustom bernama LingKun. Prosesornya menggunakan chip LX2 buatan Huawei berbasis arsitektur Armv9.
Setiap chip LX2 mengemas dua die komputasi dengan total 304 core dan memori HBM sebesar 32 GB.
Total core yang dikerahkan mencapai 13,79 juta inti komputasi yang dihubungkan oleh interkoneksi LingQi.
LineShine menjalankan Kylin OS, sistem operasi berbasis Linux buatan China. Semua komponen, mulai dari prosesor, jaringan, hingga penyimpanan, dikembangkan di dalam negeri.
>>> Korsel Salah Strategi Simpan Son Heung-min, Kalah dari Afrika Selatan
Satu-satunya elemen asing adalah arsitektur set instruksi Armv9 yang dirancang oleh perusahaan Inggris, Arm.
Daftar 5 Superkomputer Tercepat di Dunia
Kehadiran LineShine sukses menggeser El Capitan buatan AS dari posisi puncak. Meski demikian, AS masih mendominasi posisi lima besar dunia.