Cara orang bekerja terus berubah, bergeser dari meja kantor menjadi ruang kerja yang lebih fleksibel seperti kafe atau co-working space.
Perubahan ini mendorong kebutuhan akan perangkat yang lebih ringkas dan praktis.
>>> Sony Alpha Festival 2026 Kembali Digelar, Pamerkan Kamera Rp 75 Juta
Laptop masih menjadi pilihan utama, namun ukuran dan bobotnya bisa menjadi kendala bagi pekerja yang memiliki mobilitas tinggi.
Di sisi lain, smartphone terkadang kurang nyaman untuk tugas-tugas produktif dalam jangka waktu lama.
Menjawab kebutuhan ini, tablet mini mulai dilirik karena menawarkan keseimbangan antara ukuran ringkas seperti ponsel dan layar yang cukup luas untuk menunjang produktivitas.
Tablet Mini sebagai Solusi Kerja Fleksibel
Fenomena bekerja dari mana saja atau work from anywhere semakin menguat, terlihat dari pertumbuhan co-working space di Indonesia.
Data memproyeksikan pasar ini akan terus bertumbuh seiring meningkatnya pekerja hybrid, freelancer, dan pelaku industri kreatif.
Di kota-kota besar, semakin banyak pekerja yang membawa perangkat digital untuk bekerja di luar kantor, menjadikan perangkat ringan dan praktis sebagai prioritas.
Tablet mini hadir sebagai jembatan antara smartphone dan laptop, menawarkan kenyamanan lebih untuk bekerja dibandingkan ponsel, namun tetap mudah dibawa berkat dimensinya yang ringkas.
Perangkat ini ideal untuk membuka dokumen, membalas email, melakukan video call, mencatat, hingga menikmati hiburan tanpa perlu membawa laptop setiap saat.
Ukurannya yang ringkas juga memudahkan penempatan di tas kecil.
Salah satu perangkat yang meramaikan segmen ini adalah Huawei MatePad Mini, yang hadir dengan layar 8,8 inci dan bobot sekitar 260 gram.
Perangkat ini diklaim sebagai salah satu tablet mini tertipis dan teringan di pasaran, dengan ketebalan sekitar 5,2 mm, membuatnya nyaman digunakan dengan satu tangan.