Lamine Yamal memang menjadi sorotan setelah penampilannya membantu Spanyol mengalahkan Arab Saudi 4-0 di Piala Dunia 2026.
Namun, mantan bek La Furia Roja, Cesar Azpilicueta, mengingatkan bahwa tim tidak bisa hanya bergantung pada pemain muda Barcelona itu.
>>> Dembele Cetak Hat-trick, Prancis Ungguli Norwegia 3-1 di Babak Pertama
Yamal mencetak gol pembuka dan menjadi ancaman konstan meski hanya bermain satu babak. Kehadirannya membuat permainan Spanyol lebih hidup dibanding laga pertama yang berakhir 0-0 melawan Tanjung Verde.
Kolektivitas Kunci Sukses
Azpilicueta menulis di BBC bahwa meskipun Yamal menjadi kunci yang disebut banyak orang, memenangi Piala Dunia tidak bisa dilakukan sendirian.
Ia mencontohkan kesuksesan Spanyol di Euro 2024 yang mengandalkan seluruh skuad.
Pelatih Luis de la Fuente saat itu memakai semua 23 pemain outfield dalam tujuh laga.
>>> Red Bull Next Generation: Wadah Atlet Muda Indonesia agar Tak Layu Sebelum Berkembang
Azpilicueta menekankan bahwa setiap pemain harus siap, karena momen krusial bisa datang kapan saja.
Ia menyebut Mikel Oyarzabal sebagai contoh. Oyarzabal hanya sekali menjadi starter di Euro 2024, namun mencetak gol kemenangan di final melawan Inggris.
Sejak itu, ia terus berkontribusi bagi Spanyol.
Azpilicueta juga mengingatkan tantangan turnamen kali ini, termasuk kemungkinan babak tambahan di fase gugur, cuaca panas, dan perjalanan panjang.
>>> Tebak Juara Piala Dunia 2026 di Mansion Sports, Raih Hadiah Rp100 Juta
Semua faktor itu membuat peran setiap pemain semakin penting.