⌂ Beranda News Prancis Dilanda Panas Ekstrem Tapi Penggunaan AC Didebat, Kok Bisa?

Prancis Dilanda Panas Ekstrem Tapi Penggunaan AC Didebat, Kok Bisa?

Prancis Dilanda Panas Ekstrem Tapi Penggunaan AC Didebat, Kok Bisa?
Ilustrasi: Prancis Dilanda Panas Ekstrem Tapi Penggunaan AC Didebat, Kok Bisa?
A A Ukuran Teks16px

Prancis tengah dilanda gelombang panas ekstrem dengan suhu memecahkan rekor hingga di atas 40 derajat Celcius.

Namun, di tengah kondisi tersebut, penggunaan pendingin ruangan (AC) justru menjadi perdebatan sengit di kalangan masyarakat dan politikus.

>>> Harga iPad dan Mac Rekondisi Ikut Naik, Padahal Pakai Komponen Lawas

Warga Prancis melakukan berbagai cara untuk tetap sejuk, mulai dari membeli kipas angin hingga unit AC portabel.

Bahkan, di sebuah toko elektronik di Chambery, Prancis bagian tenggara, terjadi kekacauan akibat desak-desakan warga yang berebut membeli alat pendingin.

Sayangnya, tidak semua warga bisa menikmati kesejukan AC.

Hanya sekitar 25% rumah tangga di Prancis yang memiliki AC, jauh di bawah Spanyol dan Italia yang mencapai 50%, serta Amerika Serikat dengan 90%.

Australia mencatat angka 63%.

Sekolah dan rumah sakit di Prancis juga sebagian besar tidak dilengkapi AC. Akibatnya, banyak sekolah terpaksa ditutup, sementara perawat mengeluhkan kondisi kerja yang panas seperti di neraka.

Mengapa Orang Prancis Enggan Menggunakan AC?

Keengganan terhadap AC sudah mengakar di Prancis. Secara tradisional, musim panas di negara itu cukup sejuk sehingga rumah dan ruang publik tidak membutuhkan AC.

Masyarakat biasa membuka jendela di malam hari dan menutup kerai pada siang hari untuk menjaga ruangan tetap sejuk.

Banyak orang Prancis juga percaya bahwa perubahan suhu mendadak dari luar ruangan yang panas ke ruangan ber-AC dapat memicu flu, mual, hingga pingsan.

>>> Hasil Senegal Vs Irak: Sadio Mane Cs Pesta 5-0, Finis Ketiga Grup I

Selain itu, AC dipandang tidak ramah lingkungan karena mengeluarkan udara panas ke jalan dan memakan banyak listrik, meskipun sebagian besar energi Prancis berasal dari nuklir rendah karbon.

Perdebatan ini kemudian merambah ke ranah politik. Kubu sayap kanan yang diwakili kandidat presiden Marine Le Pen mendorong penggunaan AC secara nasional.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru