Apple baru saja menaikkan harga sejumlah produknya secara signifikan. Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya biaya memori dan penyimpanan yang tidak bisa lagi ditanggung perusahaan.
CEO Apple, Tim Cook, sebelumnya telah memperingatkan bahwa kenaikan harga tidak bisa dihindari. Lonjakan permintaan dari pusat data AI disebut sebagai penyebab utama krisis komponen ini.
>>> Jorge Martin Raih Pole Position MotoGP Belanda 2026
Produk yang terdampak meliputi MacBook, Mac Desktop, iPad, dan Vision Pro. Bahkan Apple TV 4K dan HomePod yang tidak terlalu bergantung pada memori juga ikut naik harga.
Satu-satunya produk yang belum naik adalah iPhone, AirPods, dan Apple Watch. Namun, harga tersebut diperkirakan tidak akan bertahan lama.
iPhone Aman Sementara, Tapi Tak Bertahan Lama
Apple melindungi iPhone dari kenaikan harga gelombang pertama karena popularitasnya. Menurut analis IDC Francisco Jeronimo, iPhone adalah 'sapi perah' yang menyumbang 50% total bisnis Apple.
Namun, harga iPhone kemungkinan besar akan naik dalam waktu dekat. Apple disebut sedang mencari titik kenaikan yang tepat tanpa kehilangan pembeli.
Analis IDC Nabila Popal memprediksi kenaikan harga iPhone 18 sebesar $50 untuk model standar dan $100 untuk Pro serta Pro Max.
>>> Portugal Fokus Performa Terbaik, Tak Pikirkan Calon Lawan
Namun, setelah melihat kenaikan iPad dan MacBook, ia memperkirakan kenaikan bisa mencapai $200.
Popal mengatakan era kenaikan harga kecil sudah berakhir. Menurutnya, harga iPhone 18 Pro Max bisa melonjak hingga $200.
Meski demikian, loyalitas pengguna iPhone diperkirakan akan meredam dampak kenaikan.
Jeronimo mencatat basis pelanggan Apple kurang sensitif terhadap harga, terutama karena banyak yang membeli dengan cicilan atau tukar tambah.
>>> Ilmuwan: Pemanasan Global Penyebab Utama Gelombang Panas Mematikan di Eropa
Namun, kenaikan harga tetap berpotensi mengurangi frekuensi pembaruan perangkat. Dalam jangka panjang, hal ini bisa berdampak pada penjualan iPhone.