Para ilmuwan berhasil mengubah kecoa menjadi cyborg yang dapat dikendalikan dari jarak jauh dan bertahan di dalam air hingga tiga jam.
Teknologi ini dikembangkan oleh tim peneliti dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura dan Waseda University, Jepang.
>>> Hasil Piala Dunia 2026: Haaland Brace, Norwegia Pulangkan Brasil
Mereka membekali kecoa Madagaskar dengan 'baju selam' mini hasil cetak 3D yang memasok oksigen sehingga serangga tersebut tetap bisa bernapas saat berada di bawah air.
Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications ini menarik karena para ilmuwan tidak membuat robot dari nol.
Sebaliknya, mereka memanfaatkan kemampuan alami kecoa yang sudah piawai bergerak di medan sempit dan tidak rata, lalu menggabungkannya dengan sistem elektronik sehingga tercipta biohybrid robot.
Cara Kerja Baju Selam Mini
Selama ini, kecoa cyborg sudah dapat dikendalikan menggunakan rangsangan listrik melalui elektroda kecil yang dipasang pada tubuhnya.
Namun, kemampuan tersebut terbatas di daratan karena kecoa hanya mampu bertahan beberapa menit ketika terendam air.
Untuk mengatasinya, peneliti merancang 'baju selam' mungil yang kedap air sekaligus mampu menghasilkan oksigen.
Alih-alih menggunakan tabung oksigen seperti penyelam manusia, perangkat tersebut memanfaatkan reaksi kimia antara hidrogen peroksida dan mangan dioksida untuk menghasilkan oksigen yang kemudian dialirkan ke lubang pernapasan kecoa.
Hasilnya, kecoa cyborg dapat tetap aktif, bergerak, dan merespons kendali dari peneliti selama dua hingga tiga jam di bawah air.
Sebagai perbandingan, kecoa tanpa perangkat tersebut hanya mampu bertahan sekitar dua menit sebelum kehabisan oksigen.
Keunggulan lain dari teknologi ini adalah kecoa tidak kehilangan kemampuan alaminya.
Setelah keluar dari air, serangga tersebut dapat langsung berjalan kembali di daratan tanpa perlu melepas perangkat yang dikenakannya.
Dengan kata lain, kecoa cyborg ini berubah menjadi makhluk amfibi yang mampu beroperasi di dua lingkungan berbeda.
