Kartu merah yang diterima Folarin Balogun saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 3-2 di babak 32 besar Piala Dunia 2026 akhirnya dicabut.
Keputusan ini diambil setelah adanya intervensi dari petinggi negara.
>>> Portugal vs Spanyol: Statistik Siapa Lebih Baik?
Balogun awalnya dianggap sengaja menginjak betis pemain lawan, Tarik Muhamerovic. Namun, tim tuan rumah AS menilai insiden itu tidak disengaja.
Presiden AS Donald Trump dikabarkan melobi langsung Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau ulang kartu merah tersebut. Komite Disiplin FIFA kemudian menangguhkan sementara hukuman berdasarkan Pasal 27.
Penangguhan itu membuat Balogun bisa bermain pada babak 16 besar melawan Belgia. Pertandingan dijadwalkan Selasa (7/7) pagi WIB di Seattle Stadium.
>>> SSD China Mulai Dipakai di Laptop Bisnis Lenovo, Saingi Samsung dan WD
Preseden di Piala Dunia 1962
Insiden ini bukan pertama kalinya FIFA membatalkan skorsing pemain. Kejadian serupa terjadi di Piala Dunia 1962 pada semifinal antara Brasil dan tuan rumah Chile.
Saat itu, Brasil menang 4-2 atas Chile dengan dua gol dari Mane Garrincha. Namun, Garrincha diusir wasit Arturo Yamasaki asal Peru jelang laga berakhir karena menendang pemain lawan.
Garrincha diskors untuk final, tetapi penggemar Chile justru mendesak hukuman dianulir.
>>> Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Dikalahkan Norwegia
Presiden Chile Jorge Alessandri dan Presiden Peru Manuel Prado Ugarteche turun tangan, sehingga Garrincha diizinkan main di final dan Brasil menjadi juara.
