⌂ Beranda News Infra Fiber Teknologi Resmi Diluncurkan, Kelola 86.000 Km Jaringan Fiber Indosat

Infra Fiber Teknologi Resmi Diluncurkan, Kelola 86.000 Km Jaringan Fiber Indosat

Infra Fiber Teknologi Resmi Diluncurkan, Kelola 86.000 Km Jaringan Fiber Indosat
Ilustrasi: Infra Fiber Teknologi Resmi Diluncurkan, Kelola 86.000 Km Jaringan Fiber Indosat
A A Ukuran Teks16px

Indosat Ooredoo Hutchison bersama Arsari Group resmi meluncurkan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) pada Senin (6/7/2026).

Perusahaan ini akan mengelola jaringan fiber sepanjang 86.000 kilometer yang mencakup backbone, kabel bawah laut domestik, dan jaringan akses.

>>> Cristiano Ronaldo Yakin Portugal Kalahkan Spanyol di Piala Dunia 2026

Aset fiber tersebut sebelumnya dimiliki Indosat, namun kini dialihkan kepada Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo dan Northstar Group.

Meski dilepas, Indosat tetap memiliki keterlibatan di IFT.

IFT dirancang dengan tata kelola independen dan model bisnis open access.

Tujuannya memperluas kemitraan wholesale dengan operator telekomunikasi, perusahaan, hyperscaler, dan penyedia layanan digital guna mempercepat pemerataan konektivitas berkualitas tinggi di Indonesia.

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan bahwa infrastruktur fiber kelas dunia melalui platform open access akan memastikan manfaat AI, cloud, dan layanan digital generasi berikutnya dapat dirasakan lebih luas.

"Inilah bentuk teknologi bagi semuanya," ujarnya dalam siaran pers.

Peluncuran IFT menandai rampungnya transaksi strategis yang dimulai dengan penandatanganan Perjanjian Investasi pada Desember 2025.

Dalam transaksi itu, Indosat dan PT Aplikanusa Lintasarta mengalihkan kepemilikan saham di IFT kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), platform investasi Arsari Group.

Arsari Group adalah kelompok usaha yang didirikan Hashim Djojohadikusumo dengan portofolio di sumber daya alam, energi, dan investasi digital.

>>> Kartu Merah Balogun Ditangguhkan, Belgia Diberi Hak Banding

Setelah transaksi rampung, Indosat dan Lintasarta secara kolektif memiliki 49,9% saham di NFT.

Transaksi ini memungkinkan Indosat memonetisasi aset fiber sekaligus mempertahankan kepemilikan strategis jangka panjang.

Indosat Group memperoleh dana bruto sekitar Rp11,7 triliun yang akan dialokasikan untuk memperkuat investasi bisnis inti, termasuk pengembangan konektivitas, percepatan jaringan 5G, dan layanan digital era AI.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM