Antartika, benua yang dikenal dingin dan terpencil, menyimpan misteri mengenai keberadaan manusia di masa lalu.
Meskipun saat ini hanya dihuni oleh peneliti dan ekspedisi sesekali, bukti menunjukkan bahwa benua ini pernah memiliki lingkungan yang berbeda.
>>> Norwegia Bidik Sejarah Baru Hadapi Inggris di Perempat Final Piala Dunia 2026
Terdapat dugaan bahwa penjelajah Polinesia, Hui Te Rangiora, mungkin telah mencapai Antartika pada abad ketujuh Masehi.
Legenda Maori menggambarkan perjalanannya ke tempat berkabut, gelap, dan dingin yang tidak tersentuh matahari.
Namun, penampakan Antartika yang terkonfirmasi secara ilmiah baru terjadi pada tahun 1820 oleh penjelajah Rusia, Thaddeus von Bellingshausen.
Sejak itu, banyak penjelajah yang mencoba menaklukkan benua es ini, seringkali dengan risiko besar.
Penemuan Tak Terduga di Pantai Yamana
Keanehan muncul pada tahun 1985 ketika seorang ilmuwan menemukan sisa-sisa jasad manusia di Antartika yang diperkirakan meninggal antara tahun 1819 dan 1825.
Daniel Torres Navarro, seorang Profesor Biologi dan Ilmu Alam dari University of Chile, melaporkan penemuan tengkorak pada 7 Januari 1985 saat mengumpulkan sampah laut di Pantai Yamana.
Tengkorak tersebut ditemukan setengah terkubur di pasir berbatu. Setelah diangkat, beberapa gigi yang terawetkan dengan baik masih ditemukan pada fragmen rahang atas.
>>> Gilberto Mora Lulus SMA Setelah Berjuang di Piala Dunia 2026
Pemeriksaan awal mengindikasikan tengkorak tersebut milik seorang individu muda, kemungkinan besar perempuan.
Tim peneliti kemudian menemukan tulang paha di situs terdekat, menduga kerangka lain mungkin tersebar di area tersebut.
Analisis menunjukkan perempuan itu kemungkinan berasal dari Chile dan meninggal antara tahun 1819 hingga 1825.
Pertanyaan besar muncul mengenai bagaimana ia bisa sampai di sana, bahkan mungkin sebelum penampakan terkonfirmasi oleh Bellingshausen.
Torres mengajukan hipotesis bahwa perempuan tersebut mungkin adalah anggota kelompok pemburu anjing laut abad ke-19 yang meninggalkannya di lokasi tersebut karena alasan yang tidak diketahui.
Kemungkinan lain adalah ia meninggal di atas kapal dan dimakamkan di laut, sesuai kebiasaan masa itu.
Arus dan badai kemudian dapat membawa jasadnya ke pantai, di mana ia mungkin dikonsumsi oleh hewan pemakan bangkai.
>>> IShowSpeed Diduga Bawa Kutukan Usai Tim yang Didukungnya Kalah di Piala Dunia
Burung laut diduga berperan dalam memisahkan tengkorak dari anggota tubuh lainnya, yang kemudian tersebar dan terkubur di bawah pasir Pantai Yamana.
