Teknologi satelit masih menjadi tulang punggung konektivitas di Indonesia.
Sebagai negara kepulauan, satelit menjadi solusi untuk menghadirkan layanan komunikasi dan internet di wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur terestrial.
>>> Prancis vs Maroko: Tchouameni Terancam Absen karena Cedera
Berbeda dengan jaringan darat yang membutuhkan pembangunan kabel serat optik dan menara telekomunikasi, satelit mampu menjangkau pulau-pulau kecil, kawasan pegunungan, wilayah perbatasan, hingga daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Teknologi ini juga menopang konektivitas sektor maritim, penerbangan, pemerintahan, pendidikan, layanan publik, dan dunia usaha di lokasi terpencil.
Seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital, pemanfaatan satelit semakin luas.
Selain mendukung telekomunikasi dan penyiaran, satelit kini menjadi bagian penting dalam penyediaan konektivitas bagi instansi pemerintah, perusahaan, sektor industri, dan masyarakat yang belum terlayani optimal oleh jaringan terestrial.
Peran Strategis Satelit dalam Ekosistem Digital
VP Corporate Secretary Telkomsat Fino Arfiantono mengatakan kebutuhan konektivitas yang semakin beragam membuat teknologi satelit tetap memiliki peran strategis dalam ekosistem digital nasional.
"Telkomsat menghadirkan layanan satelit, VSAT, broadband, maritime, broadcast, serta berbagai solusi digital berbasis satelit bagi sektor pemerintahan, enterprise, industri, dan masyarakat.
>>> Spanyol Dinilai Superior di Piala Dunia 2026, Mikel Merino Beri Jawaban
Kehadiran layanan tersebut memperkuat peran satelit dalam mendukung aktivitas komunikasi, operasional bisnis, pelayanan publik, serta pemerataan akses informasi di berbagai wilayah Indonesia," ujar Fino.
Disampaikannya, kebutuhan konektivitas ke depan tidak hanya menuntut akses internet yang andal, tetapi juga kemampuan mengolah data secara cepat dan akurat.
Karena itu, Telkomsat terus mengembangkan inovasi berbasis satelit, mulai dari Earth Intelligence, Earth Observation, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
Pemanfaatan teknologi tersebut memungkinkan satelit tidak hanya menjadi media komunikasi, tetapi juga mendukung pemantauan wilayah, penyediaan informasi berbasis data, operasional berbagai sektor industri, serta pengambilan keputusan yang lebih cepat dan presisi.
Peran satelit dalam mendukung konektivitas nasional menjadi bagian dari perjalanan panjang teknologi antariksa di Indonesia.
Tepat pada 8 Juli 2026, Indonesia memperingati 50 Tahun Satelit Indonesia, menandai lima dekade sejak peluncuran Satelit Palapa A1 pada 8 Juli 1976.
>>> Elon Musk Disebut Tanggung Anggaran MBG, Komdigi Tegaskan Hoaks
Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa satelit tidak hanya berhasil menghubungkan ribuan pulau di Indonesia, tetapi juga terus berevolusi sebagai infrastruktur strategis yang mendukung pemerataan konektivitas dan transformasi digital di berbagai sektor.

