Operator seluler Telkomsel telah menyiapkan ratusan gerai GraPARI dan ribuan petugas untuk melayani registrasi pelanggan menggunakan pemindaian wajah.
Langkah ini seiring dengan penerapan registrasi SIM card prabayar berbasis data biometrik yang telah berlaku.
>>> Cari Erling Haaland di Google Muncul Animasi Viking Row, Pernah Coba?
VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel, Abdullah Fahmi, menyatakan perusahaan mendukung penuh implementasi Registrasi Biometrik Nasional.
Hal ini merupakan bagian dari upaya memperkuat keamanan identitas digital pelanggan sekaligus mendukung kebijakan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital.
Proses registrasi ini menggunakan teknologi pengenalan wajah yang dipadukan dengan data kependudukan yang sah. Mekanisme ini diharapkan dapat meminimalkan penyalahgunaan identitas untuk registrasi kartu SIM.
Abdullah Fahmi menambahkan, proses ini membantu mengurangi risiko penyalahgunaan identitas, registrasi tidak sah, serta berbagai bentuk kejahatan digital seperti scam, phishing, dan fraud.
Bagi Telkomsel, registrasi biometrik bukan hanya sekadar memenuhi regulasi, melainkan juga menghadirkan pengalaman digital yang lebih aman dan nyaman bagi pelanggan.
Implementasi ini dilakukan secara bertahap melalui program percontohan yang telah dimulai sejak 2025, demi kelancaran dan kenyamanan pelanggan.
>>> Maverick Vinales Isyaratkan Pamit dari MotoGP Akhir Musim 2026
Untuk mendukung implementasi di lapangan, Telkomsel telah menyiapkan 465 GraPARI yang tersebar di seluruh Indonesia sebagai titik layanan registrasi biometrik.
Selain itu, hampir 3.000 petugas frontliner telah dibekali untuk mendampingi pelanggan selama proses registrasi, termasuk bagi yang memerlukan bantuan verifikasi biometrik.
Telkomsel juga menyiapkan kanal digital agar pelanggan dapat melakukan registrasi biometrik secara mandiri sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendekatan ini memungkinkan pelanggan memilih kanal yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, sembari tetap mendapatkan perlindungan identitas yang lebih kuat.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menerapkan registrasi kartu SIM berbasis biometrik wajah pada 1 Juli 2026.
>>> Head to Head Spanyol vs Belgia: La Furia Roja Unggul Jauh
Kebijakan ini bertujuan memperkuat validasi identitas pelanggan dan menekan praktik penggunaan identitas palsu serta kejahatan digital.
