⌂ Beranda News Bola Misterius di Pantai Australia Ternyata Sampah Antariksa

Bola Misterius di Pantai Australia Ternyata Sampah Antariksa

Bola Misterius di Pantai Australia Ternyata Sampah Antariksa
Ilustrasi: Bola Misterius di Pantai Australia Ternyata Sampah Antariksa
A A Ukuran Teks16px

Penemuan enam bola logam misterius yang terdampar di sebuah pantai di Queensland, Australia, sempat memicu kepanikan warga dan aparat.

Benda-benda berbentuk bulat mengilap itu awalnya diduga mengandung zat berbahaya sehingga lokasi penemuannya langsung dipasangi garis pembatas dan ditangani petugas berhazmat.

>>> Sorloth Tak Beri Umpan ke Haaland, Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Identifikasi Sampah Antariksa

Namun, setelah dilakukan penyelidikan, Australian Space Agency (ASA) menyimpulkan benda tersebut kemungkinan besar merupakan wadah bertekanan dari badan roket asing yang baru-baru ini masuk kembali ke atmosfer Bumi.

Juru bicara ASA mengatakan karakteristik dan lokasi penemuan benda-benda tersebut sesuai dengan puing roket yang jatuh kembali ke Bumi.

Meski kini dinyatakan aman, ASA masih bekerja sama dengan otoritas internasional untuk memastikan roket mana yang menjadi asal puing tersebut dan negara peluncurnya.

Para ahli menyebut benda tersebut sebagai 'space balls', yaitu tangki bertekanan yang digunakan untuk menyimpan bahan bakar atau gas pada roket.

Benda ini umumnya dibuat dari material yang sangat kuat, seperti paduan titanium atau komposit khusus, sehingga mampu bertahan saat roket memasuki kembali atmosfer dengan suhu yang sangat tinggi.

Bahkan setelah kosong, wadah tersebut masih bisa mengapung di laut sebelum akhirnya terdampar di pantai.

Dr. Alice Gorman, arkeolog antariksa dari Flinders University, mengatakan kemampuan benda itu bertahan bukan berarti peluncuran roket mengalami kegagalan.

>>> Jadwal Lengkap MotoGP Jerman 2026: Race MotoGP Malam Hari, Moto3 Sore

Penemuan 'space balls' juga menjadi pengingat bahwa aktivitas antariksa yang semakin padat membawa konsekuensi baru di Bumi.

Dr. Sara Webb, astrofisikawan dari Swinburne University of Technology, mengatakan temuan seperti ini kemungkinan akan semakin sering terjadi seiring meningkatnya jumlah peluncuran roket dan satelit.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM