Maraknya promosi judi online (judol) dalam bentuk komentar spam di berbagai platform media sosial masih menjadi sorotan.
Fenomena yang banyak ditemukan di Instagram, Facebook, X, hingga TikTok ini dinilai menunjukkan lemahnya komitmen platform digital dalam memberantas penyebaran konten haram tersebut.
>>> Bola Misterius di Pantai Australia Ternyata Sampah Antariksa
Pakar Telekomunikasi dan Digital Heru Sutadi mengatakan, pelaku judol kini tidak lagi hanya mengandalkan situs web untuk menjaring korban.
Mereka mulai memanfaatkan berbagai fitur media sosial, mulai dari kolom komentar, siaran langsung, pesan langsung, hingga akun-akun palsu.
Heru menjelaskan maraknya komentar spam judi online merupakan pola serangan yang terorganisir.
Pelaku memanfaatkan akun bot dan kelemahan sistem moderasi platform untuk menyebarkan promosi secara masif kepada pengguna media sosial.
Komentar spam tersebut umumnya membanjiri akun-akun dengan jumlah pengikut besar, seperti akun instansi pemerintah, influencer, kreator konten, media, hingga tokoh publik.
Kondisi ini dinilai tidak hanya mengganggu ruang interaksi digital, tetapi juga berpotensi memperluas penyebaran praktik judi online kepada masyarakat, termasuk generasi muda.
Tanggung Jawab Platform Digital
Heru menegaskan, pembersihan komentar spam judi online merupakan tanggung jawab utama platform sebagai penyedia layanan.
Ia menambahkan, jika yang beredar adalah situs judi online, Kominfo memiliki kewenangan untuk melakukan pemutusan akses atau take down.
Namun, ketika promosi judi online muncul di kolom komentar platform digital, maka tanggung jawab pertama justru berada pada penyelenggara platform tersebut.
Direktur Eksekutif ICT Institute itu menilai langkah pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam memblokir jutaan situs dan konten judi online sudah tepat.
Namun, ia mengingatkan bahwa strategi pemberantasan harus menyesuaikan perubahan modus yang kini bergeser ke media sosial.
>>> Sorloth Tak Beri Umpan ke Haaland, Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia 2026
