Kecerdasan buatan (AI) semakin meluas penggunaannya di luar dunia pemrograman.
OpenAI mengungkapkan bahwa agen AI seperti Codex banyak dimanfaatkan oleh pekerja berbasis pengetahuan (knowledge worker) untuk menyelesaikan berbagai tugas harian.
>>> Hasil SEA V Cup 2026: Kalahkan Vietnam, Timnas Voli Putra ke Final
Tugas-tugas tersebut meliputi pembuatan laporan, presentasi, spreadsheet, hingga pengelolaan data.
Gabriel Chua, DX Engineer OpenAI, menjelaskan bahwa banyak pekerjaan kantoran memiliki alur terstruktur dan berulang, sehingga agen AI dapat membantu menyusun, mengotomatisasi, dan menyempurnakannya.
Pengguna tidak harus memiliki latar belakang sebagai software engineer untuk memanfaatkan teknologi ini.
Namun, mereka perlu mampu menjelaskan tujuan pekerjaan, memberikan konteks, menetapkan batasan, meninjau hasil, dan melakukan iterasi agar AI memberikan hasil yang sesuai kebutuhan.
Pemanfaatan AI di Berbagai Profesi
Secara global, Codex dan ChatGPT Work kini memiliki lebih dari 7 juta pengguna aktif mingguan.
OpenAI mencatat lebih dari 1 juta orang menggunakan Codex untuk pekerjaan di luar pengembangan perangkat lunak.
Contohnya, tim komunikasi menggunakan Codex untuk menyusun kalender konten dan membuat template yang dapat digunakan berulang.
>>> Gary Neville Kritik Tuchel: Bakat Terbaik Inggris Disia-siakan
Analis data dan peneliti memanfaatkannya untuk membersihkan kumpulan data, memetakan pola, dan mengubah analisis menjadi laporan.
Product manager dapat menjadikan Codex sebagai asisten untuk menyiapkan agenda harian maupun mengelola tugas administratif.
AI juga terbukti mempercepat proses pembuatan prototipe.
Seorang manajer produk di tim Codex menggunakan AI untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti Slack, dokumen, Linear, dan email, lalu mengolahnya menjadi prototipe produk atau situs web yang siap diuji.
Maskapai Virgin Atlantic turut memanfaatkan ChatGPT Work yang didukung teknologi Codex. Mereka menggunakannya untuk membandingkan pengalaman pelanggan dengan maskapai pesaing dan menyusun data terstruktur sebagai dasar strategi bisnis.
Gabriel menekankan bahwa pekerjaan yang sebelumnya memakan waktu berminggu-minggu kini dapat diselesaikan dalam hitungan jam. Hal ini memungkinkan tim untuk lebih fokus pada analisis dan pengambilan keputusan.
>>> India Cetak Sejarah Mars: Misi Murah, Sukses di Percobaan Pertama
Meskipun semakin canggih, OpenAI menegaskan bahwa AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan keahlian manusia. Teknologi ini dirancang untuk mempercepat pembuatan draf awal, sementara peninjauan mendalam tetap menjadi ranah manusia.
