Apple menggugat OpenAI di pengadilan federal California Utara atas tuduhan pencurian rahasia dagang.
Dalam dokumen hukumnya, Apple menyebut bahwa OpenAI mencuri rahasia dagang dan informasi rahasia Apple, mulai dari anggota Staf Teknis hingga Chief Hardware Officer, serta dalam koordinasinya dengan mitra bisnis.
>>> Konate Sebut Mentalitas Prancis 'Buruk' di Piala Dunia 2026, Ternyata Ini Maksudnya
Gugatan ini mengejutkan karena sebelumnya Apple dan OpenAI menjalin kemitraan besar pada 2024 ketika ChatGPT diintegrasikan ke sistem operasi iPhone.
Hubungan kedua perusahaan mendingin setelah OpenAI mengumumkan rencana merambah industri hardware tahun lalu, ditandai akuisisi startup IO Products milik mantan desainer Apple, Jony Ive, senilai USD 6,4 miliar.
Akibatnya, versi baru asisten virtual Siri beralih menggunakan AI Gemini dari Google.
Tuduhan Melibatkan Mantan Karyawan
Sebagian besar tuduhan Apple melibatkan mantan karyawan yang diwawancarai atau bergabung dengan OpenAI.
Apple menuduh kepala hardware OpenAI, Tang Tan, yang juga mantan wakil presiden Apple, mengarahkan karyawan Apple yang diwawancarai OpenAI untuk membagi rahasia sebagai bagian proses rekrutmen.
Apple juga menuding OpenAI melatih karyawan Apple yang hendak mengundurkan diri tentang cara menghindari prosedur keamanan saat meninggalkan perusahaan.
Selain itu, Apple menuduh Chang Liu, mantan karyawannya yang kini bergabung OpenAI, mencuri laptop Apple.
>>> Rakernas Karate-Do Gojukai Selesai, Penghargaan untuk Tokoh dan Insan Berdedikasi
Dokumen tersebut juga menyebutkan keyakinan Apple bahwa OpenAI meminta perusahaan hardware melakukan teknik finishing logam yang diciptakan Apple.
OpenAI dituduh menyesatkan mitra dengan membuat mereka percaya bahwa mereka mendapatkan izin Apple untuk melakukannya.
Perwakilan Apple menyatakan bahwa baru-baru ini muncul bukti signifikan yang menunjukkan sejumlah individu yang dipekerjakan OpenAI mengambil informasi rahasia Apple secara tidak sah, terkait teknologi, proses, dan produk yang belum dirilis.
Perwakilan OpenAI membantah tuduhan tersebut. "Kami sama sekali tidak tertarik rahasia dagang perusahaan lain.
Kami tetap fokus membangun teknologi inovatif yang dapat memberdayakan masyarakat di mana saja," ujar mereka.
Rentetan masalah hukum ini menghadirkan risiko baru bagi OpenAI, ketika mereka tengah bersiap menuju Penawaran Saham Perdana (IPO) yang diproyeksi mencetak sejarah.
>>> Sorloth Banjir Kritik Usaha Tak Oper ke Haaland di Piala Dunia 2026
Gugatan Apple muncul dua bulan setelah OpenAI menang persidangan melawan CEO Tesla, Elon Musk. Juri memutuskan Musk yang ikut mendirikan OpenAI terlalu lama menunggu untuk menggugat.
