Bumi berpotensi dikelilingi cincin buatan seperti Saturnus jika jumlah satelit di orbit terus bertambah tanpa kendali.
Fenomena ini, meskipun terdengar indah, dikhawatirkan akan mengganggu pengamatan langit malam oleh para astronom.
>>> Menkomdigi Sahkan Pemenang Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz
Perusahaan-perusahaan teknologi kini berlomba meluncurkan ribuan satelit internet ke orbit. Tren ini diperkirakan akan semakin masif seiring rencana pengembangan pusat data luar angkasa di orbit.
Profesor astronautika dari University of Birmingham, Hugh Lewis, menjelaskan bahwa cara paling efisien untuk menampung banyaknya pusat data orbit adalah dengan menempatkannya di batas antara siang dan malam.
Hal ini akan membentuk 'cincin Saturnus' buatan.
Cincin tersebut akan tampak sebagai pita cahaya terang di langit, jauh lebih bersinar dibandingkan bintang, planet, bahkan bulan purnama.
Lewis memperkirakan, jika dilihat dari Bumi, satelit-satelit tersebut akan terlihat berbaris dalam satu bidang yang sama, berdekatan, dan bergerak searah.
Dampaknya terhadap langit malam akan sangat signifikan.
Perusahaan besar seperti SpaceX dan Blue Origin, serta startup seperti Starcloud, telah mengajukan izin kepada Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) untuk meluncurkan lebih dari satu juta satelit pusat data.
>>> Menanti Racikan John Herdman di Piala AFF 2026
Selain itu, startup Reflect Orbital berencana menerbangkan 50.000 satelit cermin raksasa. Tujuannya adalah memantulkan sinar Matahari ke Bumi agar tetap terang di malam hari.
Tingkat kecerahan cincin buatan ini akan bergantung pada jumlah satelit yang terlibat.
Namun, peneliti memperingatkan bahwa cermin milik Reflect Orbital saja sudah bisa seterang Venus, objek paling terang di langit setelah bulan purnama.
Sebuah studi dari European Southern Observatory menyimpulkan bahwa 50.000 cermin Reflect Orbital dapat meningkatkan kecerahan langit malam hingga 300%.
Hal ini berpotensi membuat teleskop termahal sekalipun menjadi tidak berguna.
Pakar astronomi John Barentine menyatakan bahwa proyek seperti Reflect Orbital akan mengubah jejak satelit yang tadinya samar menjadi refleksi cahaya yang terang.
>>> China Open 2026: Ganda Putra Indonesia Kalahkan Wakil Taiwan
Ini bukan lagi sekadar titik-titik bergerak, melainkan efek 'cincin Saturnus' permanen yang mengganggu jendela pengamatan senja yang krusial bagi astronomi global.
