Para insinyur dari Northwestern University berhasil menciptakan drone yang sulit dideteksi, bernama Phantom Twist.
Prototipe ini berputar sangat cepat hingga wujudnya hanya terlihat seperti bayangan buram.
>>> Lelang Frekuensi 900 MHz Disiapkan Tahun Ini, Band 3,5 GHz Mulai Dikaji
Phantom Twist tidak menggunakan kamuflase atau material pembelok cahaya, melainkan memanfaatkan efek motion blur dan keterbatasan penglihatan mata manusia.
Mengelabui Mata dengan Kecepatan
Bodi drone berputar antara 15 hingga 25 kali per detik.
Kecepatan ekstrem ini memaksa mata manusia merata-ratakan bagian yang bergerak dengan latar belakang, sehingga drone hampir tidak terlihat.
Berbeda dengan quadcopter konvensional, Phantom Twist hanya menggunakan satu motor dan satu baling-baling.
Baling-baling berputar ke satu arah, sementara bagian pesawat lainnya berputar ke arah berlawanan, sehingga hampir tidak ada komponen statis yang bisa dikunci fokus mata.
Dirancang Menggunakan Kecerdasan Buatan
Tim peneliti memulai dengan model komputasi yang menghasilkan sekitar 20.000 konfigurasi.
Algoritma AI kemudian menata ulang posisi motor, baterai, papan sirkuit, dan penyeimbang untuk menemukan desain dengan visibilitas terendah.
Kandidat desain disimulasikan saat berputar dan ditumpangkan pada 100 latar belakang nyata.
>>> Persib Bandung Pastikan Rotasi Pemain Muda di Piala Presiden 2026
Model persepsi yang meniru penglihatan manusia memberikan skor, dan tim mempertahankan 500 desain paling tidak terlihat hingga versi final.
Komponen ditempatkan berjauhan pada ketinggian dan sudut berbeda dengan banyak ruang kosong, mencegah tumpang tindih yang membentuk siluet gelap.
Menurut metrik visibilitas, Phantom Twist sekitar 10 kali lebih sulit dilihat dibandingkan quadcopter ukuran serupa.
Kelemahan yang Perbaiki
Prototipe masih bergantung pada sistem pelacakan optik eksternal, sehingga terbatas pada lingkungan terkendali.
Kabel terbuka dan batang penyangga serat karbon masih terlihat sebagian.
Drone ini masih bersuara seperti drone pada umumnya, sehingga meskipun sulit dilihat, masih bisa didengar.
Versi masa depan diharapkan menggunakan propulsi lebih senyap dan material lebih transparan.
Potensi aplikasi drone ini meliputi pengamatan satwa liar, survei lahan basah, dan pemeriksaan infrastruktur dengan gangguan visual minimal.
>>> Piala AFF 2026: Singapura Andalkan Skuad Berpengalaman
Kamera pada bodi berputar juga berpotensi menangkap pandangan 360 derajat untuk navigasi.
