Presiden LaLiga Javier Tebas secara terbuka mendesak Gianni Infantino untuk mundur dari posisinya sebagai presiden FIFA.
Menurut Tebas, pria asal Swiss itu hanya peduli pada keuntungan finansial dan tidak memiliki perhatian terhadap sepak bola.
>>> Antonela Beri Dukungan untuk Messi Usai Gagal Juara Piala Dunia 2026
Kritik terhadap Infantino semakin menguat selama gelaran Piala Dunia 2026. Beberapa kebijakan FIFA dinilai melanggar kaidah sepak bola.
Contohnya adalah penerapan hydration break yang digunakan untuk slot iklan, serta pembatalan hukuman kartu merah pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun.
FIFA juga dianggap kehilangan pengaruh di hadapan Amerika Serikat selaku tuan rumah. Penangguhan kartu merah Balogun terjadi setelah ada intervensi dari Gedung Putih.
Selain itu, wasit asal Somalia, Omar Artan, ditolak masuk ke Amerika Serikat.
>>> FIFA Raup Rp269 Triliun dari Piala Dunia 2026, Pecahkan Rekor
Wacana Piala Dunia 2030 yang diikuti 64 tim juga menuai kritik. Langkah ini dinilai sebagai cara FIFA mendulang lebih banyak keuntungan dari tiket pertandingan.
Tebas menegaskan bahwa Infantino tidak tertarik pada sepak bola, tetapi mendapat dukungan dari federasi-federasi karena tidak ada yang berani menentang.
"Menurut pendapat saya, ya, saya pikir waktunya telah tiba untuk mundur! Namun dia mendapat dukungan dari sistem, dari federasi-federasi," kata Tebas, dilansir dari A Bola.
Ia menambahkan bahwa tidak ada kandidat oposisi karena tidak ada yang ingin kalah. Sistem ini, menurutnya, sakit dari akarnya.
>>> Viral Motivasi 'Aneh' Lionel Messi Sebelum Final Piala Dunia 2026
Tebas juga menyoroti banyaknya orang di Amerika yang menentang Infantino, tetapi tidak melakukan tindakan nyata. "Saya tidak tahu mana yang lebih buruk, diam atau terlibat," tegasnya.
