Seorang YouTuber berusia 50-an tahun meninggal dunia setelah menelan racun saat melakukan siaran langsung di dalam kendaraan dekat rumahnya di Sinangu, Gwangju-si, Provinsi Jeolla Selatan, Korea Selatan, pada 18 Juli 2026.
Sebelum menelan racun, YouTuber tersebut diketahui sempat berdebat dengan subscriber-nya. Pihak kepolisian menyebutnya sebagai 'A' sesuai aturan privasi.
>>> Tongkat Maui Bawa Indonesia Juara Wood Cup 2026, Kalahkan Norwegia
Seorang penonton yang melihat kejadian itu segera menghubungi layanan darurat 119. Petugas yang tiba di lokasi menemukan jantung A sudah berhenti berdetak.
Korban dilarikan ke rumah sakit di Mokpo, tetapi nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Polisi Selidiki Rekaman Live Streaming
Polisi telah mengamankan rekaman siaran langsung tersebut. Mereka menyelidiki apa yang dikatakan A selama pertengkaran dengan subscriber serta keadaan pasti seputar kematiannya.
>>> Piala Dunia 2026 Usai, Siapa Kandidat Terkuat Ballon d'Or?
YouTuber A dilaporkan tinggal bersama keluarganya di pulau itu dan mengelola kanal kecil. Siarannya sebagian besar berisi percakapan sehari-hari dengan subscriber.
Ini bukan pertama kalinya kreator konten meninggal akibat menelan zat beracun. Awal tahun ini, seorang influencer makanan Filipina meninggal setelah memakan krustasea beracun yang dikenal sebagai 'kepiting setan'.
Korea Selatan juga kerap mengalami kematian streamer dalam setahun terakhir. Pada 2025, seorang streamer ditemukan tewas dan seorang penonton ditangkap karena pembunuhan setelah menyumbangkan puluhan ribu dolar.
>>> Singapura: Semua Laga Grup A Piala AFF 2026 Layaknya Final
Dalam kasus lain, Na Dong-hyun atau Dae Library, ditemukan tewas di rumahnya di Seoul setelah teman-temannya melapor karena ia tidak muncul di pertemuan dan tidak bisa dihubungi.
