Indonesia kembali menjadi tuan rumah ajang taekwondo bergengsi, Asian Taekwondo Indonesia Open Championships.
Turnamen level G2 World Taekwondo ini dijadwalkan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 1-5 Agustus 2026.
>>> Haier Cup 2026: Ajang Pembinaan U-16 Menuju Kompetisi Asia Tenggara
Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang perburuan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan Kejuaraan Dunia.
Pihak penyelenggara juga berharap event ini mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian, khususnya di DKI Jakarta.
Sebanyak 478 taekwondoin dari 36 negara akan berpartisipasi.
Indonesia sebagai tuan rumah menurunkan 233 atlet, 31 di antaranya merupakan atlet yang dipersiapkan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) berdasarkan hasil Kejuaraan Ksatria Nusantara Series.
Tiga dari 31 atlet tersebut juga akan mewakili Indonesia di Asian Games Aichi Nagoya 2026.
Mereka adalah Muhammad Bassam Raihan (U68kg), Arya Danu (U80kg), dan Andi Sultan yang turun di nomor poomsae.
India menjadi negara dengan jumlah peserta asing terbanyak, yakni 61 atlet. Disusul Hong Kong dengan 34 atlet dan Filipina dengan 33 atlet.
Peserta lainnya berasal dari kawasan Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Timur Tengah.
>>> Bekasi Cari Atlet Padel untuk Tampil di Porprov Jawa Barat
Dampak Ekonomi dan Sport Tourism
Sekretaris Jenderal PBTI, Rafael Hotasi Siagian, mengatakan antusiasme yang tinggi membuat panitia membatasi jumlah peserta.
Hal ini untuk mematuhi aturan World Taekwondo yang melarang pertandingan berlangsung hingga malam hari.
Ketua Umum PBTI, Richard Tampubolon, menekankan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar pertandingan.
Menurutnya, kehadiran atlet dan ofisial dari berbagai negara dapat memberikan manfaat luas bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, usaha mikro, dan pariwisata di Jakarta.
Richard menambahkan bahwa sport tourism merupakan cara efektif untuk memperkenalkan Indonesia ke masyarakat internasional.
Semakin banyak event berkualitas, semakin besar peluang meningkatkan kunjungan dan membangun citra Jakarta sebagai kota olahraga dan destinasi internasional.
Kategori yang dipertandingkan meliputi poomsae (seni) dan kyorugi (tarung).
>>> Seri Kedua Men's World Tennis Championship 2026 Bergulir, Satu Wakil Indonesia Lolos
Poomsae recognized dan freestyle akan digelar pada 1-2 Agustus, sedangkan Kyorugi Senior Putra dan Putri pada 3-5 Agustus.
