⌂ Beranda News Misteri Bola Lampu Menyala 125 Tahun, Bukti Teori Konspirasi?

Misteri Bola Lampu Menyala 125 Tahun, Bukti Teori Konspirasi?

Misteri Bola Lampu Menyala 125 Tahun, Bukti Teori Konspirasi?
Ilustrasi: Misteri Bola Lampu Menyala 125 Tahun, Bukti Teori Konspirasi?
A A Ukuran Teks16px

Sebuah bola lampu di kantor pemadam kebakaran California merayakan ulang tahunnya yang ke-125. Para simpatisan berkumpul di Kantor Pemadam Kebakaran #6 Livermore dan menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.

Centennial Light, diproduksi Shelby Electric Company asal Ohio, telah menyala lebih dari sejuta jam. Bola lampu ini memegang Guinness World Records sebagai lampu dengan masa nyala terlama.

>>> Jadwal Singapura vs Indonesia di Piala AFF 2026

Selama puluhan tahun, lampu ini menjadi objek teori konspirasi. Namun, menurut fisikawan, teori tersebut salah kaprah.

Teori Konspirasi Kartel Phoebus

Klaim konspirasi menyebut produsen sebenarnya tahu cara membuat bola lampu tahan lama, tapi sengaja mempersingkat masa pakai demi keuntungan.

Pihak yang dituduh adalah Kartel Phoebus, organisasi nyata yang dibentuk perusahaan seperti Philips dan General Electric pada 1925.

Kartel tersebut menetapkan harga dan menstandarkan masa pakai lampu menjadi 1.000 jam. Sejak itu, kritikus menjadikan Centennial Light sebagai bukti bahwa produksi lampu tahan lama sengaja dihadang.

Namun, sebenarnya tidak demikian. Masalah utama lampu pijar adalah tingkat kecerahan dan masa pakai saling bertolak belakang.

Filamen menyala karena arus listrik memanaskannya. Makin panas, makin terang cahayanya.

Namun, kian tinggi suhu, semakin cepat atom-atom filamen menguap. Penguapan mengikis filamen seiring waktu hingga akhirnya putus.

Produsen melakukan optimasi berdasarkan kompromi tersebut.

Lampu lebih terang menyala lebih panas dan putus lebih cepat, sedangkan lampu yang lebih redup bertahan lebih lama tapi menghasilkan cahaya yang nyaris tidak bisa digunakan.

Standar 1.000 jam Kartel Phoebus bukan semata skema licik untuk menjual lebih banyak lampu.

Standar tersebut memastikan pembeli mendapat lampu cukup terang dan layak dibeli, dengan masa pakai terukur sehingga biaya listrik tetap masuk akal.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM