Lintasarta memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia melalui Lintasarta Intelligent Core.
Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) dalam ajang CxO BPD Summit 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
>>> Xiaomi Ungkap Strategi TV Mini LED Terjangkau
Selain itu, Lintasarta juga menjalin kerja sama transformasi digital dengan Bank Jakarta, Bank BPD Bali, Bank Sumsel Babel, serta sinergi strategis dengan Bank Jateng.
Langkah bersama ini mengusung tema 'Satu Fondasi, Satu Kedaulatan: Infrastruktur Digital Bersama untuk BPD'.
BPD didorong untuk memperkuat infrastruktur digital, ketahanan siber, dan kapabilitas AI guna mengoptimalkan peran sebagai orkestrator pembangunan ekonomi di daerah.
Tiga Prinsip Utama Fondasi Digital
President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan, menjelaskan bahwa Lintasarta Intelligent Core mengintegrasikan Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI dalam satu ekosistem yang aman dan berdaulat.
Infrastruktur ini dibangun di atas tiga prinsip utama: Sovereign, Integrated, dan Seamless.
Prinsip Sovereign memastikan data dan operasional tetap berada di wilayah Indonesia, sementara Integrated melalui pendekatan satu arsitektur dan satu tata kelola.
>>> Jafar/Felisha Masih Berpeluang Tampil di Asian Games 2026 Meski Dicoret dari Kejuaraan Dunia
Prinsip Seamless bertujuan menghadirkan pengalaman layanan yang mulus bagi nasabah dari hulu ke hilir.
Armand menambahkan, fondasi ini dibangun di atas sovereign infrastructure dan sovereign AI, solusi end-to-end yang menyatukan empat kapabilitas utama (4C), serta pengalaman digital yang terintegrasi, andal, dan efisien.
Kolaborasi ini mencakup penguatan sumber daya manusia melalui program Laskar AI bersama ASBANDA University, pemanfaatan use case AI perbankan sesuai prioritas daerah, serta pembentukan Forum Transformasi Digital & AI.
Sekretaris Jenderal ASBANDA, Rokidi, menyambut positif kolaborasi ini untuk memperkuat talenta digital di lingkungan bank daerah.
Penguatan kapabilitas teknologi ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung hingga ke pelaku usaha UMKM dan masyarakat di daerah.
Langkah strategis ini juga sejalan dengan Roadmap Penguatan BPD 2024-2027 dari OJK, khususnya pada pilar akselerasi transformasi digital serta penguatan peran BPD dalam perekonomian nasional.
>>> Prediksi Pengamat: Timnas Indonesia Bisa Kalahkan Singapura, tapi...
Dengan tata kelola dan sistem keamanan siber yang tangguh, BPD diproyeksikan makin resilien dan kompetitif dalam melayani ekosistem keuangan daerah.

