Akuisisi raksasa video game Electronic Arts (EA) oleh Arab Saudi senilai USD 55 miliar atau sekitar Rp 985 triliun akhirnya rampung.
Dana Investasi Publik Arab Saudi (PIF) kini menjadi pemilik mayoritas perusahaan tersebut.
>>> PB POSSI Gelar Kejuaraan Asia Hoki Bawah Air CMAS 2026 di Bogor
Dengan status baru ini, Electronic Arts tidak lagi diperdagangkan di Nasdaq dan beralih menjadi perusahaan tertutup (private company).
Perubahan Struktur Kepemimpinan
CEO Electronic Arts, Andrew Wilson, mengumumkan beberapa perubahan dalam jajaran kepemimpinan tinggi perusahaan.
Cam Weber ditunjuk sebagai kepala divisi studio, menggantikan Laura Miele. Sementara itu, David Tinson dipercaya menduduki posisi COO dan keduanya juga diangkat sebagai presiden perusahaan.
Wilson menyatakan keyakinannya pada tim kepemimpinan yang berpengalaman untuk memimpin fase selanjutnya dari perusahaan.
Ia menambahkan bahwa Cam dan David telah berkontribusi besar dalam momen-momen transformatif EA dan memiliki komitmen kuat kepada tim serta para penggemar.
>>> Singapura Vs Indonesia: Ilhan Fandi Ingin Nikmati Laga
Kabar akuisisi ini sebenarnya telah diumumkan pada 29 September 2025, dipimpin oleh konsorsium investor termasuk PIF Arab Saudi, Silver Lake, dan Affinity Partners.
Para pemegang saham Electronic Arts telah menyetujui akuisisi tersebut sebulan setelah pengumuman awal.
Wakil Gubernur PIF Arab Saudi, Turqi Alnowaiser, menyatakan pemahaman mendalam PIF tentang platform unik EA, waralaba global, dan kekayaan intelektualnya.
Hiburan dan olahraga merupakan area fokus strategis bagi PIF, dan konsorsium ini siap menjadi mitra jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi EA.
>>> Lintasarta dan Asbanda Pacu Digitalisasi BPD dengan AI
PIF telah menjadi investor minoritas di EA sejak 2021 dan meningkatkan kepemilikannya secara signifikan pada tahun 2023.
